Banyak Jalur Putus, Relawan Jateng Gayeng Berjuang Salurkan Bantuan untuk Warga NTT

Pendistribusian logistik dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada warga Desa Airbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT. (Foto : BNPB.go.id)

 

HALO SEMARANG – Upaya untuk menjangkau daerah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata tak mudah. Banyak jalur putus, sehingga mereka harus sering memutar, untuk sampai ke tujuan.

Perjuangan dalam melaksanakan misi kemanusiaan ini, dialami Agung Tri, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, yang tergabung dalam Tim Relawan Jateng Gayeng untuk Nusa Tenggara NTT.

“Jalur banyak yang putus. Kami sering harus memutar jalur. Bahkan sekarang saya dan rekan-rekan harus naik kapal untuk ke Amfoang,” begitu kata Agung, dalam pesan singkat kepada Tim Komunikasi Kebencanaan, Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatin KK) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

- Advertisement -

Melalui jaringan komunikasi yang masih tersedia, Agung memang selalu melaporkan secara langsung, perihal apa yang sedang dia dan para Relawan Jateng Gayeng hadapi.

Tak Kendor

Agung dan 17 rekannya dari lintas BPBD kabupaten dan kota di Jateng, Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Kesehatan, dan Tagana memang tak boleh kendor atau patah semangat.

Mereka harus terus berjuang, mencapai kampung-kampung itu. Asa yang dibawa jauh-jauh dari Jawa Tengah, harus tetap dipertahankan, agar misi kemanusiaan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.

Pada pukul 12.48 WITA, Agung bersama Tim Relawan Jateng Gayeng di bawah komando Alexander Armin, mengabarkan sedang menunggu kapal yang akan membawa mereka dari Pelabuhan Bolok, Kabupaten Kupang menuju Pelabuhan Naikliu di Kecamatan Amfoang Utara.

Di sana, dia dan tim akan kembali membantu dan mendistribusikan logistik bagi warga terdampak bencana banjir bandang, yang menewaskan 181 jiwa itu.

“Ini kami sedang menunggu kapal,” katanya, seperti dirilis BNPB.go.id.

Sebelumnya, Jumat (16/4) lalu, Tim Relawan Jateng Gayeng telah mengirimkan beberapa paket logistik yang mereka bawa menggunakan 1 kontainer dari Jawa Tengah, kepada masyarakat di Desa Airbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT.

Bantuan logistik itu, diberikan untuk memenuhi kebutuhan warga selama tiga hari ke depan. Adapun sisanya, akan diberikan untuk wilayah lain.

Sebelumnya, pelataran Kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang pada Selasa (13/4) silam, tim relawan tersebut dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Para anggota tim, terdiri atas delapan orang. Mereka merupakan wakil dari BPBD Kabupaten Blora, BPBD Kabupaten Grobogan, BPBD Kabupaten Semarang, BPBD Kabupaten Kendal, BPBD Kabupaten Klaten, BPBD Kabupaten Kudus, BPBD Kabupaten Kebumen, dan BPBD Kota Semarang.

Ada pula dua orang dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, dua orang dari PMI Jawa Tengah, dua orang dari Tagana Provinsi Jawa Tengah, dan dua orang dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Selain melepas rombongan tim, Pemprov Jawa Tengah juga mengirimkan bantuan logistik senilai 503 juta, yang diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan jasa PT Pos Indonesia.

“Saya sudah komunikasikan dengan Pak Wagub, rencana sehari setelah kejadian akan mengirim bantuan. Tetapi transportasi belum bisa, sehingga kami kirim lewat PT Pos Indonesia,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat apel pelepasan Tim Relawan Jateng Gayeng.

Menurut Ganjar, bantuan pengiriman relawan dan logistik tersebut, merupakan wujud kepedulian dan rasa kemanusiaan sesama anak bangsa.

Selain NTT, Pemprov Jateng juga mengirimkan bantuan kepafa korban bencana gempa bumi magnitudo 6,1 di Jawa Timur.

Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah, Safrudin mengatakan tim relawan bertugas selama kurang lebih satu minggu. Mereka terdiri atas tenaga medis, dapur umum, pendampingan keposkoan, assesment dan verifikasi terdampak hingga tim pembangunan hunian darurat dan lainnya.

“Nanti para relawan akan membantu penanganan di sana sekitar satu minggu. Tapi masih lihat kondisi di sana. Relawan itu terdiri atas tenaga medis, dapur umum, pembangunan hunian darurat dan lainnya,” tandas Safrudin. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.