Banyak Hydrant Penanganan Kebakaran Di Kendal Tak Berfungsi Maksimal

Salah satu hydrant di area Setda Kendal.

 

HALO KENDAL – Menghadapi musim kemarau, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpolkar) Kendal, melakukan pengecekan terhadap sejumlah hydrant, baik yang ada di lingkungan pemerintahan maupun di pasar-pasar, Jumat (30/4/2021).

Sedikitnya ada 48 hydrant yang ada di pasar se-Kabupaten Kendal dan empat di lingkungan kantor Setda Kendal.

Dari jumlah tersebut, ada beberapa hydrant yang rusak. Seperti tidak bisa keluar air atau debit airnya kecil.

- Advertisement -

Kasiops Pengendalian Kebakaran, Ria Listiana Sari mengatakan, secara berkala, pihaknya melakukan pengecekan hydrant yang ada di pasar se-Kabupaten Kendal.

Dari 48 hydrant tersebut, ada beberapa yang tidak bisa dipergunakan secara maksimal. Menurutnya, banyak hydrant yang juga rusak falpnya sehinggga debit air kecil.

“Bahkan ada juga hydrant yang berada di pasar, malah digunakan untuk lapak jualan pedagang. Sehingga jika dibutuhkan saat ada kebakaran, petugas Damkar kesulitan menggunakannya,” ungkap Ria.

Sedangkan salah satu hydrant di lingkungan Setda Kendal juga diketahui dalam kondisi rusak. Tepatnya di sisi pojok gedung C Pemkab Kendal.

Menurut Ria, hydrant tersebut sudah tidak berfungsi, sudah berkarat dan drat pada selang sudah rusak.

“Dari empat titik hanya satu yang bagus. Karena debit airnya besar. Sedangkan yang lainnya debitnya kecil. Yang di alun-alun itu pun tidak berfungsi sama sekali. Karena saat pembangungan peninggian di alun-alun, hydrant tidak diangkat. Sehingga sebagian terpendam. Selain itu kunci juga berbeda,” terang Ria.

Sementara itu, lanjutnya, di Pasar Kendal dua hydrant yang ditempatkan di pojok timur dan barat Pasar Kendal, salah satunya debit air kecil.

“Seharusnya di area hydrant jarak idealnya dua meter persegi dan tidak boleh di gunakan untuk kegiatan apapun di sekitarnya. Tapi banyak pedagang yang nakal, hydrant sengaja ditutup dengan papan untuk jualan,” tandas Ria.

Ditambahkan, di tahun 2021 ini, di Kabupaten Kendal terjadi 117 kasus kebakaran. Baik di lahan perkebunan maupun bangunan. Sehingga fungsi hydrant sangat dibutuhkan untuk proses pemadaman.

“Aturannya, saluran air untuk hydrant fungsinya berbeda. Satu pipa biru untuk saluran air minum, sedangkan pipa merah untuk saluran hydrant pemadam kebakaran,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.