Banyak Duplikasi Data Penerima Bansos di Kota Semarang, Hendi Minta Pendataan yang Lebih Cermat

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat menyerahkan bantuan sosial kepada warga.

 

HALO SEMARANG – Menghadapi lonjakan jumlah positif covid akibat penambahan klaster baru di Kota Semarang, Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi melaksanakan rapat koordinasi (rakor) tindak lanjut Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) bersama para camat dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, Rabu (8/7/2020).

Ada dua poin inovasi yang disampaikan wali kota, yaitu pembentukan Kampung Hebat Siaga Covid-19 serta pemetaan wilayah dan pemantauan klaster oleh masing-masing pemangku wilayah.

Selain itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi juga menyoroti tentang distribusi bantuan sosial di wilayahnya.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi menyebutkan, bahwa dari informasi yang diperoleh dari BPKP Jawa Tengah terkait penyaluran bansos di Kota Semarang, terdapat kendala duplikasi alamat dan NIK serta pencatatan NIK yang tidak cermat.

“Dari 150 ribu paket sembako yang dibagikan pada bulan Juni, telah ditemukan duplikasi alamat sebanyak 13 ribu,” katanya.

Hal ini yang ia tekankan kepada para Camat dan Lurah untuk lebih cermat dan teliti dalam hal pendataan warganya.

“Jangan sampai akibat pendataan yang kurang baik, bantuan tidak merata dan tak tepat sasaran,” katanya.

Sementara terkait Kampung Hebat Siaga Covid-19, menurut Hendi, ini merupakan sebuah gerakan mandiri secara swadaya di masing-masing kampung, untuk mengantisipasi penyebaran covid di wilayahnya.

Nantinya akan ada posko di pintu masuk wilayah yang digerakkan oleh warga, terkait pengecekan suhu badan para pendatang, penerapan SOP seperti penggunaan masker dan cuci tangan dengan sabun, pengaktifan kegiatan ekonomi masyarakat, pembentukan lumbung dan dapur umum bagi warga tidak mampu, pengolahan kain perca untuk diubah menjadi masker, serta gerakan peningkatan roda ekonomi di wilayahnya.

Hendi mengatakan, bahwa mulai pekan ini para camat harus mengumpulkan lurah untuk bergerak bersama instansi terkait, untuk membentuk paling tidak satu kampung hebat siaga Covid-19.

Untuk kemudian disusul kampung-kampung hebat lainnya di kelurahan lain.

“Susun segera kriteria apa saja yang harus disiapkan oleh lurah dan warga untuk membentuk kampung siaga ini sebagai inovasi kita. Targetnya semua kampung memiliki kemandirian secara swadaya dalam menghadapi kondisi terbaru Covid-19 di Kota Semarang,” pintanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta para camat dan kepala dinas untuk disiplin melakukan penegakan Peraturan Wali Kota Semarang dengan melakukan pemetaan wilayah, yang dilakukan setiap hari secara fokus.

Seperti wilayah mana di sebuah kecamatan yang merupakan titik paling ramai. Seperti Tlogosari di Kecamatan Pedurungan.

“Upaya teknis lainnya yaitu penataan dan patroli klaster-klaster seperti pasar, pelayanan medis seperti rumah sakit dan puskesmas, serta pabrik sebagai klaster baru penambahan kasus secara signifikan di Kota Semarang. Saya menyarankan untuk dilakukan sterilisasi di pabrik serta ditempatkan chamber untuk mensterilkan para pekerjanya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengundang para kepala pasar untuk melakukan upaya lebih keras lagi, yaitu dengan mendisiplinkan para penghuni pasar dengan SOP kesehatan.

Sebagai klaster yang paling mendominasi, pihaknya meminta para camat dapat berkoordinasi dengan Danramil dan Kapolsek untuk menyisir pasar, pabrik, perusahaan, dan industri di masing-masing wilayahnya agar tertib SOP.

“Yang perlu kita waspadai adalah masyarakat di usia 55 tahun ke atas yang masih aktif beraktivitas. Minta para takmir masjid untuk mendisposisikan kepada yang lebih muda, ibu-ibu pengantre sembako untuk kita imbau agar berada di rumah saja,” tambah Hendi.

Selain itu, sambungnya, yang perlu diwaspadai adalah terkait penyakit bawaan yang menyertai. Kematian kasus Covid-19 di Jateng disertai penyakit lain, diabetes melitus (36,2%), hipertensi (35%), ginjal kronis (8%), gagal jantung (7,4%), stroke (6,8%), dan jantung koroner (3,7%). Jenis penyakit yang bermula dari pola hidup warga.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.