Bantuan 600 Ribu Masker Dari Pemerintah Singapura Untuk Kendal Segera Datang

Kepala Dinkes Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/12/2020).

 

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal terus berupaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona (Covid-19). Salah satunya dengan menggiatkan penerapan protokol kesehatan, salah satunya penggunaan masker yang benar kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/12/2020).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kendal dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19, terus gencar melaksanakan sosialisasi dan penegakkan aturan kepada masyarakat, agar bersama-sama memiliki kesadaran mengatasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

- Advertisement -

“Angka kasus ini akan terus meningkat, jika masyarakat tidak ikut berupaya mengatasi virus corona dengan menuruti anjuran pemerintah. Selain itu, masyarakat harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Inilah yang bisa membantu menurunkan risiko penularan virus Covid-19,” kata Ferinando.

Untuk itu, dirinya menekankan, penggunaan masker yang benar merupakan salah satu cara efektif mencegah risiko penularan corona.

“Meski ada beragam jenis masker yang beredar di pasaran saat ini, namun hanya dengan pemilihan dan cara penggunaan yang tepatlah yang sebetulnya bisa mencegah penularan tersebut,” imbuh Ferinando.

Untuk itu, selama ini Pemerintah Kabupaten Kendal sudah mengupayakan pembagian 400 ribu masker kepada masyarakat. Bahkan, dikatakan Ferinando, dalam waktu dekat Kendal akan mendapatkan bantuan masker dari Kedutaan Singapura.

“Sebentar lagi datang bantuan dari Pemerintah Singapura sebanyak 600 ribu masker dan 180 ribu liter hand sanitizer. Kami tunggu di bulan Desember ini,” ungkapnya.

Sekali lagi Ferinando mengingatkan, virus corona menyebar terutama di antara orang-orang yang berada dalam kontak dekat atau dalam jarak dekat untuk waktu yang lama.

Menurutnya, virus corona bisa menular ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, dan tetesan dari mulut atau hidung mereka diluncurkan ke udara dan mendarat di mulut atau hidung orang-orang di dekatnya.

“Tanpa kita sadari, saat kita sedang berbicara dengan orang lain dan tanpa sengaja saling membuka masker, meski sedikit aja, itu sudah berpotensi menularkan virus corona,” pungkas Ferinando.(HS-EI)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.