in

Bantu Warga Kekeringan di Tiga Kecamatan, Dandim Boyolali Berangkatkan 16 Tangki Air Bersih

Dandim 0724 Boyolali, Letkol Arm Ronald F Siwabessy bersama Sekda Kabupaten Boyolali Masruri, memberangkatan 16 tangki air bersih ke Kecamatan Juwangi dan Kecamatan Wonosamodro, di halaman kantor BPBD setempat, Selasa (14/9). (Foto : Boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Meski Kabupaten Boyolali saat ini masih dalam musim kemarau basah, namun ada beberapa wilayah di bagian utara yang sudah mengalami kekeringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Selasa (14/9) menyalurkan 16 tangki air bersih, yang terdiri atas tujuh tangki di Kecamatan Juwangi, enam tangki di Kecamatan Wonosamodro, dan tiga tangki di Kecamatan Wonosegoro.

Pemberangkatan tangki air bersih, dilakukan Komandan Kodim (Dandim) 0724 Boyolali Letkol. Arm. Ronald Siwabessy, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali Masruri, di halaman kantor BPBD setempat.

Masruri mengatakan penyaluran air bersih tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai permintaan masyarakat.

“Bertahap ini nanti rutin sesuai permintaan warga. Kalo ada permintaan, kami kasih gitu aja nggak usah pakai target, kalau APBD kurang, nanti kita calling (menghubungi) teman-teman relawan.” Kata dia, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Widodo menjelaskan kegiatan penyaluran bantuan air bersih tersebut, dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 360/593/2021 tentang penetapan siaga darurat kekeringan.

Telah disiapkan sebanyak 2019 tangki air bersih yang akan disalurkan, terdiri 400 tangki dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dan sisanya bantuan dari Corporate Sosial Responsibility (CSR), namun tetap disesuaikan dengan permintaan masyarakat.

“Ada permintaan sekaligus juga ada pengujian, tidak asal minta aja, nanti kalau asal minta ya jadi rebutan. Kita tetap ngecek di lapangan.” katanya.

Disinggung mengenai mitigasi bencana kekeringan, Widodo mengatakan, BPBD Kabupaten Boyolali akan melakukan pemetaan bekerjasama dengan perguruan tinggi maupun swasta untuk dilakukan penelitian yang akan dimulai tahun 2022 mendatang. Kedepannya, akan dilakukan eksploitasi agar dapat menyiapkan air bersih untuk masing-masing Desa.

“Memang itu sulit, tetapi harus kita lakukan. Karena memang ketangguhan daerah itu kan harus melakukan kesiapan sebelum peristiwa itu terjadi, walaupun kekeringannya sudah, tetapi akan kita upayakan supaya kita dapat sumber air yang lebih dekat.” ungkapnya. (HS-08)

Share This

Boyolali Raih WTP 10 Kali Berturut Turut, Bupati Said Akui Peran Seno Samodro

Ungkap Kebakaran Lapas Tangerang, Polda Metro Periksa Kalapas dan Evaluasi Alat Bukti