Bantu Siswa Jalani Pembelajaran Daring, Daya Akses Internet Di Pengungsian Merapi Ditambah

Sejumlah petugas memasang jaringan akses internet di tempat evakuasi sementara di wilayah Klaten.

 

HALO SEMARANG – Daya akses internet bagi warga pengungsi Merapi di wilayah Kabupaten Klaten, terutama di Tempat Evakuasi Sementara (TES) Balai Desa Balerante, Tegalmulyo dan Sidorejo, masing-masing ditambah sebesar 30 Mbps.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kabupaten Klaten, Amin Mustofa menjelaskan, penambahan daya akses internet dilakukan untuk mempermudah akses komunikasi pengungsi dengan saudaranya yang berada di luar Kabupaten Klaten.

Selain itu, menurutnya, daya akses internet itu juga diperlukan para pengungsi untuk mendukung pembelajaran daring, memperlancar usaha warga Merapi, maupun transfer informasi petugas di lapangan.

“Penambahan daya akses itu guna mempermudah para pengungsi untuk berkomunikasi, belajar daring bagi anak-anak yang masih sekolah, dan keperluan informasi bagi pengungsi maupun para petugas,” ujarnya, Rabu (18/11/2020).

Amin menambahkan di Tempat Evakuasi Sementara (TES) Balai Desa Balerante, Tegalmulyo dan Sidorejo sinyalnya sangat sulit. Hal ini dikarenakan, lokasi pengungsian berada di ketinggian sehingga sinyal seluler tidak dapat diakses.

“Atas perintah penjabat sementara Bupati Klaten, Sudjarwanto Dwiatmoko, Dinas Kominfo menambah bandwidth dari 10 Mbps menjadi 30 Mbps. Semoga penambahan akses internet bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Kemalang, Klaten. Tidak saja dalam berkomunikasi, tapi juga menjalankan usaha-usahanya di tengah ancaman erupsi Merapi,” katanya.

Amin menambahkan, di setiap desa juga sudah dipasang access point agar bisa diakses secara wireless. Alat tersebut digunakan dalam jaringan area lokal wireless untuk mengirim dan menerima data.

“Alur akses menghubungkan pengguna ke pengguna lain dalam jaringan dan juga berfungsi sebagai titik interkoneksi antara WLAN, sekaligus berfungsi untuk pengendalian internal. Sistem kerja alat ini bisa dikontrol dari NOC atau Network Operation Center yang ada di Dinas Kominfo,” paparnya.

Dia mengakui, ada tantangan pada pembangunan jaringan internet di Kemalang, karena kondisi geografisnya yang berupa perbukitan. Namun pihaknya berupaya mengatasi kendala tersebut.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.