Bantu Siswa Belajar, Guru MI Ciptakan Perangkat Suara Robot

Abdullah Farid memamerkan alat audio Suara Robot Guru, seusai Upacara Hari Amal Bakti ke-75, Kementerian Agama, di Kantor Kementerian Agama Kota Tegal. (Foto :  Tegalkota.go.id)

 

HALO TEGAL – Sebuah inovasi pembelajaran, tanpa internet dan tanpa ponsel, diciptakan oleh Abdulah Farid, guru Madrasah Ibtidaiyah Ar Rahman Kota Tegal. Warga Kalinyamat Kulon, Kecamatan Margadana, Kota Tegal ini, menciptakan alat audio pembelajaran bernama Speaker Robot Guru (SRG), untuk membantu para siswa yang selama pandemi Covid-19 ini harus belajar di rumah.

Farid mengatakan SRG merupakan suatu inovasi pembelajaran offline, di mana siswa tetap dapat belajar di rumah, tetapi tanpa tatap muka, tanpa kuota, dan tanpa perangkat handphone.

“SRG merupakan alat pembelajaran yang efektif sekaligus menyadarkan masyarakat, untuk berbagi pada sesama dan menyadarkan tentang kepedulian kita sebagai guru kepada siswa siswa yang kurang mampu” ujar Farid, seperti dirilis Tegalkota.go.id.

Berawal dari keresahan guru untuk melakukan pembelajaran jarak jauh yang didominasi oleh kegiatan belajar online atau daring dan juga tidak semua siswa memiliki perangkat handphone, kouta internet dan pendukung lainnya, maka farid membuat inovasi SRG.

Di dalam perangkat SRG berisi konten pembelajaran yang bisa dijadikan guru oleh anak anak Sekolah Dasar atu Madrasah Ibtidaiyah, seperti lagu nasional, lagu anak, hadis arbain, dan point ke sebelas adalah materi belajar selama satu semester lengkap dengan tematik dari kelas 4 sampai kelas 6.

“Tujuan dari diciptakan perangkat SRG adalah agar siswa tidak mampu belajarnya setara atau sama dengan siswa yang mampu” tegas Farid.

Untuk mendapatkan SRG, tidak semua siswa perlu membeli. Untuk para siswa dari keluarga tidak mampu, bisa memperoleh secara gratis. Untuk itu Farid menyiasatinya dengan cara donasi.

“Untuk pembelian 1 perangkat SRG, pembeli bisa mendapatkan 2 SRG atau beli 1 dapat 2. Nah nantinya perangkat SRG satunya, bisa diberikan secara cuma-cuma kepada siswa yang tidak mampu” kata Farid.

Untuk saat ini SRG yang diciptakan sudah terjual keluar Pulau Jawa, seperti ke Nusa Tenggara Timur, kalimantan barat, dan banyak lagi.

Usai melaksanakan upacara Hari Amal Bakti ke-75, Kepala kantor kementerian agama Kota Tegal, H Akhmad Farkhan menyatakan sangat mendukung inovasi yang dibuat oleh Abdulah Farid. Rencananya Kemenag Kota Tegal dan Provinsi akan mengembangkan riset atas inovas SRG. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.