in

Bank Sampah Induk Kendal Ajak Komunitas dan Siswa Olah Kertas Koran Bekas Jadi Kerajinan 

Kegiatan Pelatihan pengelolaan kertas koran bekas menjadi kerajinan berharga kepada komunitas peduli sampah dan siswa, di Aula Disperkim Kabupaten Kendal, Senin (28/2/2022).

HALO KENDAL – Sampah masih menjadi masalah bagi banyak pihak. Ironisnya sejak dahulu lebih banyak orang tidak peduli bahkan masa bodoh dengan persoalan sampah.

Apalagi saat ini semua pihak hampir semuanya hanya fokus pada penanganan pandemi Covid-19, termasuk pemerintah. Pemerintah biasanya hanya menyatakan akan mencari jalan keluar terbaik melalui sinergi terkait masalah sampah.

Menyadari bahwa penanganan sampah terutama di Kabupaten Kendal perlu dilakukan kerjasama oleh semua pihak, membuat Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Kendal menggelar pelatihan kerajinan daur ulang sampah dari kertas koran, Senin (28/2/2022).

Acara yang diprakarsai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Kendal ini digelar di Aula Disperkim, dengan menghadirkan tokoh inspiratif dari Semarang.Pujiono (40), pengajar di SMP Ar Ridho Semarang. Diikuti oleh 40 orang dari 25 Bank Sampah Induk, Komunitas Daur Ulang Sampah, serta perwakilan Siswa siswi SMP dan SMK di Kendal.

Ketua Panitia, Nunuk Sarah Zenubia mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian BSI dalam mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Kendal

“Ini wujud kepedulian kita bersama, dalam rangka hari peduli sampah nasional di Kendal. Salah satunya dengan memanfaatkan sampah kertas koran,” terangnya.

Zenubia menambahkan, dengan banyaknya sampah kertas koran di Kabupaten Kendal ini menjadi keprihatinan tersendiri baginya.

“Saya mempunyai ide, bagaimana bisa mengubah sampah koran mempunyai nilai jual yang tinggi. Untuk itu kami menggandeng bapak Pujiono untuk melatih kita semua agar kertas koran ini bisa diubah menjadi kerajinan tangan yang mempunyai nilai jual,” ungkapnya.

Sementara Pujiono selaku tutur dalam sambutannya berharap, kegiatan ini mampu menjadi pioner untuk kebersihan di sekolah khususnya dan lingkungan di Kendal pada umumnya.

“Selan itu, memanfaatkan kertas koran bekas, tidak hanya sebagai bungkus makanan saja namun juga bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang punya nilai jual tinggi,” jelasnya

Kemudian Pujiono mengajarkan berbagai macam kerajinan yang dibuat dari daur ulang koran bekas. Diantaranya berbagai kerajinan berbentuk bunga dan juga vas bunga dari kertas koran.

Salah satu peserta pelatihan, Dwi (35) dari bank sampah Plantaran Kaliwungu, mengaku senang dengan adanya pelatihan ini.

“Saya senang dengan pelatihan daur ulang sampah kertas koran ini dan berharap ke depan banyak lagi kegiatan dari Pemda Kendal dan bank sampah induk kendal supaya Kendal makin bersih dan handycraf di kendal mempunyai nilai jual tinggi,” ungkapnya.

Sementara peserta dari pelajar, Tiara (14) siswa SMP Negeri 1 Kendal mengaku, ini merupakan pengalaman berharga baginya, yang masih di SMP.

“Saya senang sekali dan saya berharap BSI Kabupaten Kendal bisa memberikan pelatihan tentang pengelolaan sampah di seluruh sekolah di Kabupaten Kendal,” ujar Tiara. (HS-06).

 

 

Ganjar Pranowo Cukur Gundul: Wujud Empati Pada Anak Penyintas Kanker

Ratusan Napi Lapas Perempuan Kota Semarang Lakukan Vaksinasi Booster