in

Bank Jateng Kendal Sosialisasikan Fasilitas QRIS kepada Pedagang Pasar Boja

Para pedagang berfoto dengan Sekretaris Disdagkop UKM Kendal Alfebian Yulando dan Wakil Pimpinan Bank Jateng Cabang Kendal, Djoko Salbiyanto usai acara sosialisasi QRIS di Pasar Boja, Kamis (17/3/2022)

HALO KENDAL – Bank Jateng Cabang Kendal melakukan sosialisasi edukasi kepada pedagang mengenai fasilitas pembayaran nontunai berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pasar Boja, Kamis (17/3/2022).

Acara sosialisasi menggandeng Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Kendal dan dihadiri oleh puluhan pedagang di Pasar Boja.

Acara digelar di aula pertemuan Pasar Boja, dengan dihadiri Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Alfebian Yulando, Wakil Pimpinan Bank Jateng Cabang Kendal, Djoko Salbiyanto beserta tim pemasaran Bank Jateng Cabang Kendal dan KCP Boja serta Koordinator Pasar Boja Khoeriyatun.

Dalam sambutannya Khoeriyatun menyatakan dukungannya terhadap upaya digitalisasi pasar, khususnya dalam sistem pembayaran. Dirinya juga berharap semua pedagang di Pasar Boja bisa menggunakan pembayaran dengan QRIS.

Pada kesempatan tersebut, Khoeriyatun juga mengajak para pedagang untuk bisa mendukung semua program pemerintah terutama di era digitalisasi, dengan melakukan transaksi non tunai.

“Kami mengajak bapak dan ibu pedagang di Pasar Boja, untuk mendukung penuh, segala bentuk digitalisasi pasar, karena hal tersebut memudahkan pembayaran di pasar. Salah satunya dengan aplikasi QRIS,” ujar Khoeriyatun.

Menurutnya, dengan penggunaan QRIS akan dapat semakin memudahkan masyarakat khususnya pedagang pasar tradisional dalam bertransaksi karena pedagang tidak perlu menyediakan uang kembali pada pembeli.

Dia menuturkan, selain itu, penggunaan QRIS juga dapat mencegah peredaran uang palsu karena dana langsung masuk ke rekening.

“Dengan aplikasi itu maka uang akan langsung masuk ke dalam rekening sehingga lebih mudah dan aman, tidak ribet, dan kemungkinan terhindar dari peredaran uang palsu,” kata Khoeriyatun.

Sementara itu, mewakili Pimpinan Bank Jateng Cabang Kendal, Wakil Pimpinan Bank Jateng, Djoko Salbiyanto dalam sambutannya menjelaskan, manfaat menggunakan transaksi nontunai berbasis QRIS bagi para pedagang, khususnya di masa pandemi Covid-19 yang membatasi pergerakan manusia, juga bisa mencegah penyebaran virus corona.

Penggunaan QRIS dapat meningkatkan efisiensi karena satu kios cukup memiliki satu kode QR yang bisa menerima pembayaran dari semua e-wallet yang digunakan oleh para pelanggan.

Menurut Djoko, aplikasi tersebut bertujuan untuk memfasilitasi transaksi pedagang dengan pembeli pasar tradisional secara nontunai.

“QRIS ini bisa menjadi alternatif pembayaran dalam bertransaksi di pasar untuk pembelian nontunai. Penggunaan aplikasi QRIS juga dapat melindungi pedagang dan konsumen dalam melakukan transaksi,” katanya

Dia menambahkan aplikasi QRIS dapat digunakan untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik (e-wallet) seperti Gopay, Ovo, Shopee, Dana, atau mobile banking.

“Kami berharap, dengan adanya QRIS ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pedagang dan juga pembeli saat bertransaksi, khususnya di Pasar Boja ini,” jelas Djoko.

Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Kedal, Alfebian Yulando yang membuka acara sosialisasi mengatakan, aplikasi tersebut bertujuan untuk memfasilitasi transaksi pedagang dengan pembeli pasar tradisional secara nontunai.

“QRIS ini bisa menjadi alternatif pembayaran dalam bertransaksi di pasar untuk pembelian non tunai. Penggunaan aplikasi QRIS juga dapat melindungi pedagang dan konsumen dalam melakukan transaksi,” kata pria yang akrab disapa Febi tersebut.

Dirinya berharap, para pedagang Pasar Boja dan pasar-pasar lain di Kabupaten Kendal untuk bisa memanfaatkan aplikasi QRIS Bank Jateng ini.

Karena Bank Jateng sebagai banknya pembangunan daerah, tentu tujuannya untuk membantu meningkatkan ekonomi daerah, salah satunya dengan memberikan kredit kepada pengusaha kecil.

“Apabila para pedagang merasa kesulitan ataupun mengalami hambatan dalam melakukan transaksi, tim dari Bank Jateng KCP Boja yang berlokasi tidak jauh dari Pasar Boja siap sedia untuk membantu para pedagang,” tutup Febi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan program dan manfaat Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Febri dari Tim Pemasaran Bank Jateng Kantor Cabang Pembantu Boja. (HS-06)

Polemik Minyak Goreng, Ganjar: Kemendag Harus Gerak Cepat

Polrestabes Semarang Gelar Pesta Pernikahan bagi Tahanan