in

Banjir Pekalongan Berangsur Surut, Pengungsi Pulang, Tetap Waspada

Foto : BPBD Kota Pekalongan via BNPB.go.id

 

HALO PEKALONGAN – Para pengungsi korban banjir di Kota Pekalongan mulai kembali ke rumah masing-masing, seiring dengan makin surutnya ketinggian genangan air di wilayah tersebut. Kendati demikian, warga dan BPBD setempat tetap waspada, karena ada kemungkinan banjir akan terjadi lagi.

Dalam informasi yang dirilis oleh BNPB.go.id, Kamis (21/1), disebutkan banjir akibat luapan Sungai Gabus tersebut, terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Banjir dengan ketinggian hingga 120 sentimeter, terjadi di Kecamatan Pekalongan Utara, Kecamatan Pekalongan Barat, dan Kecamatan Pekalongan Timur.

Dari hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, TNI, Polri, dan relawan, diketahui sebanyak 12.065 unit rumah terendam dan 191 jiwa mengungsi akibat bencana tersebut.

Upaya penanggulangan bencana pun dilakukan, termasuk memonitor kondisi Kali Gabus. Selain itu juga dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pada warga terdampak oleh BPBD Kota Pekalongan, bersama Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Dokkes Polri. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, BPBD Pekalongan juga berkoordinasi dengan Dinsos P2KB, untuk memenuhi kebutuhan dasar dan logistik bagi pengungsi.

Berdasarkan analisa InaRisk, Kota Pekalongan memiliki risiko bencana banjir tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada empat kecamatan dan 291.802 jiwa terpapar.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau Kota Pekalongan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, ditengah musim hujan yang akan terjadi hingga Februari 2021. Masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk.

Sementara itu banjir besar tersebut telah memantik rasa perikemanusiaan warga di kota itu. Berangkat dari insiatif para pemuda di Kecamatan Pekalongan Timur, pemuda, bersama ibu-ibu dan para relawan bergotong-royong membuka dapur umum, yang dipusatkan di aula Kecamatan Pekalongan Timur, Rabu (20/1/).

Sejak pagi, mereka sudah sibuk dan berkutat dengan peralatan memasak untuk menyiapkan ratusan nasi bungkus, yang akan dibagikan kepada warga terdampak banjir di wilayah itu.

Camat Pekalongan Timur, Nur Sobah Ssos MM, seperti dirilis Pekalongankota.go.id, mengatakan dari tujuh kelurahan di wilayahnya, lima di antaranya terdampak banjir, dengan ketinggian genangan bervariasi.

Bencana tersebut mengakibatkan warga tak bisa lagi beraktivitas, termasuk untuk memasak. Karena itulah pendirian dapur umum dilakukan, untuk membantu meringankan beban warga, khususnya di Kelurahan Poncol, Gamer, dan Klego.

“Pendirian Dapur Umum ini diinisiasi oleh para pemuda di Kecamatan Pekalongan Timur rutin seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebetulnya, untuk di wilayah kami sendiri sudah ada beberapa Dapur Umum yang didirikan secara mandiri oleh warga dan masing-masing kelurahan setempat,sehingga Dapur Umum yang ada disini kami membackup yang didistribusikan untuk warga Kelurahan Poncol, Gamer dan Klego. Terlebih, informasi yang terakhir kami terima di Kelurahan Gamer pagi ini air mulai naik kembali dan masih ada genangan air setinggi 20 sentimeter dan masuk ke rumah-rumah warga,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, GM Hotel Horison Pekalongan, Bachtiar yang  datang bersama rombongan management dan staffnya, juga memberikan bantuan suplai bahan makanan untuk keperluan dapur umum Kecamatan Pekalongan Timur. Pihaknya berharap bantuan tersebut bisa bermanfaat dan mendukung kelancaran pendistribusian makanan kepada para pengungsi korban banjir khususnya di Kecamatan Pekalongan Timur.

“Alhamdulillah pada hari ini kami diberikan kesempatan untuk bisa berbagi bagi warga terdampak banjir di sini yang dipusatkan di dapur umum Kecamatan Pekalongan Timur. Bantuan ini kami berikan melalui program dana CSR yang secara rutin untuk membantu kebencanaan daerah. Pada hari ini kami memberikan bantuan berupa telur,teh dan keperluan lauk pauk yang diberikan untuk membantu pasokan di Dapur Umum Kecamatan Pekalongan Timur guna menyiapkan makanan bagi para korban banjir. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat dan kebaikan serta keberkahan bagi semua yang menerima,” kata dia. (HS-08)

Share This

Terima Hibah 527 Buku, Dinarpus Kota Pekalongan Sebar ke Taman Baca dan Perpustakaan Keliling

Pasien Sembuh Covid-19 di Kabupaten Magelang Terus Bertambah