in

Banjir Kembali Rendam Kelurahan Trimulyo

Banjir di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Kamis (25/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Cuaca hujan yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga akhir Februari ini membuat warga Kota Semarang waspada.

Termasuk di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk. Apalagi, jika curah hujan tinggi ancaman banjir menjadi teror bagi warga di sana.

Lurah Trimulyo, Catarina Hevy Herawati mengatakan, akibat hujan deras pada Kamis malam (25/2/2021), banjir kembali merendam wilayahnya dengan ketinggian berkisar 10 hingga 30 cm atau satu lutut orang dewasa.

“Hari ini ketinggian air 10 sampai 30 cm, kalau yang rumahnya rendah sekitar 40 an cm,” kata Hevy saat dihubungi¬†halosemarang.id, Kamis (25/2/2021).

Hevy menyampaikan, sejumlah warga belum mengungsi ke posko pengungsian dan memilih bertahan di rumahnya masing-masing.

Pengoptimalan pompa pengendali banjir terus dilakukan, bahkan penambahan pompa juga dilakukan. Saat ini terdapat tujuh pompa yang digunakan.

“Penambahan pompa lagi satu, jadi sekarang tujuh pompa beroperasi untuk mengurangi debit air,” imbuhnya.

Pihaknya bersama warga terus waspada akan curah hujan yang masih mengguyur, sebab berdampak meningkatnya ketinggian air di wilayahnya.

Dirinya bersama dinas-dinas terkait selalu berkomunikasi untuk menangani dan mengatasi banjir kesekian kali ini.

“Ya, kami bersyukur, karena setiap ada permasalahan kami sampaikan ke dinas terkait, dan itu langsung ditanggapi dan ditangani,” tuturnya.

Hevy menambahkan, dampak banjir sebelumnya meninggalkan endapan di Sungai Sringin. Hal itu menurutnya semakin membuat sulitnya aliran air menuju laut. Belum lagi jika terjadi gelombang pasang air laut.

“Saya berharap, endapan di Kali Sringin segera dikeruk, supaya aliran airnya lancar ke laut,” harap Hevy.

Selain itu, normalisasi saluran air yang berada di pinggiran Jalan Pantura Kaligawe sampai saat ini terus dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.

Hevy mengungkapkan, warganya banyak yang masih trauma akibat banjir yang sebelumnya melanda sekitar 10 hari lamanya.

Namun, dirinya bersama perangkat lain terus melakukan pendampingan, edukasi dan sosialisasi dalam menghadapi banjir, baik saat terjadi maupun pasca banjir.(HS)

Share This

Kampanye Nonton Di Rumah Saja, Yoyok Sukawi Minta Menpora Temui Para Pentolan Suporter

Berisiko Tertular Covid-19, Ratusan Polisi di Demak Jalani Vaksinasi