Banjir Dua Hari, Jalur Pantura Kendal Lumpuh

Banjir dan banyaknya lubang di Pertigaan Kodim Kota Kendal yang mengakibatkan jalur pantura Kendal lumpuh.

 

HALO KENDAL – Hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari terakhir, membuat sungai di Kendal meluap dan merendam ribuan rumah warga. Selain itu, air juga membanjiri jalur Pantura Kendal hingga mengakibatkan arus lalu lintas macet hingga tiga kilometer, Minggu (7/2/2021).

Dari pantauan halosemarang.id, sumbu kemacetan ada di pertigaan depan Kantor Kodim Kendal. Karena di tikungan dari timur menuju ke barat, kendaran besar harus dipandu oleh relawan, agar tidak terperosok di lubang.

Sedangkan yang dari arah Jakarta menuju Kota Kendal juga terjadi kemacetan, akibat banjir yang menutupi jalan berlubang. Kendaraan banyak yang berjalan pelan dan hati-hati, untuk menghindari lubang-lubang yang tertutup air.

Terpantau, baik kantor Koramil Kendal maupun Kantor KPU Kendal terdampak banjir hingga ketinggian 50 cm.
Menurut keterangan Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria, banjir sejak kemarin belum surut. Bahkan hari ini malah semakin tinggi.

Banjir yang menggenang halaman kantor KPU sekitar 40-50 cm, sedangkan yang masuk 15 – 20 cm.

“Kalau yang di halaman itu selutut, kalau yang masuk sebetis. Alamdulillah semua data dan berkas sudah kami amankan. Jadi tidak ada yang terkena banjir,” ungkapnya, Minggu (7/2/2021).

Banjir di Kendal hari kedua, selain ada daerah yang sudah surut, namun ada juga yang malah semakin tinggi. Seperti yang terjadi di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kendal. Hari ini banjir semakin tinggi dibanding Sabtu (6/2/2021) kemarin.

Menurut penuturan salah seorang warga Ketapang, Satrio Dono Saputro, penyebab banjir di daerahnya, akibat meluapnya Sungai Blorong.

Dirinya juga mengaku, saat ini banyak warga yang kesulitan untuk mencari bahan makanan.

“Kami saat ini kami masih kesulitan untuk bahan makanan. Apalagi sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah daerah setempat,” ungkapnya, Minggu (7/2/2021).

Pelaksana Harian, Kepala BPBD Kendal, Sigit Sulistyo mengatkaan, berdasatkan data dari BPBD masih ada empat kecamatan yang terdampak banjir.

“Yakni di Kecamatan Kota Kendal ada 18 kelurahan yang terendam. Di Kecamatan Rowosari ada dua desa. Di Kecamatan Kaliwungu ada satu desa, dan di Kecamatan Patebon ada satu desa,” jelasnya.

Sigit menambahkan, untuk desa yang terendam dan tidak memasak, baik dari PMI maupun relawan sudah di support oleh BPBD untuk membuat dapur umum.

“Kami sudah upayakan untuk pendirian dapur umum, yang sementara ini ada di beberapa titik. Di antaranya di Desa Bulak, Kecamatan Rowosari. Kemudian di depan masjid perumahan RSS Kendal dan di Gedung Muhammadiyah Kendal,” pingkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.