in

Banjir di Semarang Akibat Hujan dengan Periode Ulang 50 Tahunan

Banjir di Jalan Kuda Wonosari, Ngaliyan mencapai setinggi dada orang dewasa. Foto/dok istimewa.

 

HALO SEMARANG – Banjir yang melanda Kota Semarang dan sekitarnya, terjadi akibat intesitas hujan tinggi. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono, menyebut periode ulang hujan lebat kemarin terjadi 50 tahunan.

“Berdasarkan data curah hujan, ini ekstrem seperti prediksi BMKG, 171 milimeter hujan, menurut hitungan hidrologi, return period atau periode ulangnya 50 tahunan,” kata Basuki, ketika meninjau banjir di kawasan Berok Kota Lama, Sabtu (6/2/).

Periode ulang hujan adalah besarnya curah hujan maksimum yang terjadi pada periode waktu tertentu, yaitu 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, atau 100 tahun.

Semakin besar angka periode ulang tersebut, maka kemungkinan terjadinya semakin langka, tetapi jika terjadi, intensitas hujan yang turun pun semakin besar.

Akibat hujan dengan intensitas tinggi itulah, aliran air permukaan menjadi meningkat. Di kawasan Kota Lama Semarang, aliran permukaan tersebut seharusnya masuk ke kolam retensi sistem polder di depan Stasiun Tawang.

Dari tempat itu, air kemudian disedot menggunakan pompa, untuk kemudian dibuang ke Kali Baru, yang bermuara di Kali Semarang. Namun demikian, dari tiga pompa yang ada, Basuki menyebut hanya dua yang beroperasi. Adapun yang satu masih dalam perbaikan. Untuk itu dia meminta agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.

Fungsi pompa-pompa tersebut sangat penting, terlebih ketika permukaan air Laut Jawa juga pasang naik. Menteri Basuki menyebut, kenaikan permukaan air laut, kemarin mencapai 1,4 meter.

Hal itu mengakibatkan air dari sungai-sungai tak bisa langsung masuk ke laut dan harus dibantu dengan pompa.

Menteri Basuki menyatakan akan memaksimalkan seluruh pompa air yang dikelola Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Kementerian PUPR melalui BBWS Pemali Juana telah melakukan beberapa upaya penanganan untuk  mengatasi banjir di Kota Semarang di antaranya berupa pengoperasian pompa banjir dan pengiriman kantong pasir (sandbag).

Pompa-pompa banjir tersebut di antaranya adalah Pompa Kali Sringin, Pompa Kali Tenggang, Pompa Tawang, dan Pompa Kali Banger.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang mendampingi Menteri Basuki, menyatakan pemerintah terus berupaya memperbaiki kondisi sungai-sungai di Kota Semarang.

“Kami melakukan berbagai penanganan, di Beringin sudah bertahun-tahun begitu. Itu kan yang di cekungan. Di Jalan Kuda, Wonosari, Ngaliyan itu juga,” ujarnya. (HS-08)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Minggu (7/2/2021)

Peduli Warga Terdampak Banjir, Relawan DIBAS Bagikan Seribu Paket Sembako