Banjir di Kelurahan Trimulyo Belum Surut, Bantuan Terus Diberikan

Penyaluran bantuan kepada warga di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang yang terendam banjir, Jumat (12/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, saat ini masih terendam air bah. Dikarenakan dampak curah hujan yang tinggi dan pasang air laut utara Pulau Jawa, Jumat (12/2/2021).

Lurah Trimulyo, Catarina Hevy Herawati mengungkapkan, ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 hingga 80 cm. Hal ini menunjukkan secara perlahan debit air mengalami penurunan.

Meskipun berdasarkan letak geografis Kelurahan Trimulyo, setiap tahunnya mengalami penurunan lebih kurang 10 cm.

“Kami berusaha memaksimalkan pompa air, di Kelurahan Trimulyo ada lima pompa besar dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, BBWS juga bantu pengadaan satu pompa tapi kecil. Di kolam retensi juga ada satu pompa kecil. Kami juga meminta bantuan Dinas Pekerjaan Umum, dibantu satu pompa kecil. Total pompa ada delapan,” papar Catarina.

Total pompa air yang dimaksimalkan hingga saat ini berjumlah delapan. Di antaranya lima pompa besar dan tiga pompa kecil.

Catarina menambahkan, terkait kesehatan masyarakat yang terdampak banjir selama seminggu, menurutnya berjalan dengan lancar. Misalnya pertolongan pertama dalam evakuasi, kemudian pemberian vitamin dan pelayanan kesehatan lainnya.

“Di sini ada Puskesmas Bangetayu dan Genuk, selain itu ada juga dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang yang terjun melayani kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Selain memaksimalkan pelayanan kesehatan, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Bantuan yang telah didistribusikan yaitu, makanan siap makan, kemudian droping bahan makanan ke dapur umum. Kami memiliki empat dapur umum, namun sekarang tinggal dua, karena ketinggian air menurun,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Posko Induk PMI Kota Semarang untuk Kelurahan Trimulyo, Agus Supriyadi mengatakan, selama penanganan bencana banjir di Kota Semarang, pihaknya menggunakan strategi penanganan yang harus didahulukan.

“Kami bahu membahu semaksimal mungkin, kami menggunakan skala prioritas. Penanganan orang sakit, ibu hamil, lansia, difabel, dan anak-anak,” tutur Agus.

Pihaknya selain memberikan skala prioritas pada hari pertama dan kedua juga memberikan pelayanan kesehatan.

“Pemberian layanan kesehatan dari hari pertama banjir, Sabtu (6/2/2021) telah diberikan. Kebanyakan warga mengeluh gatal-gatal dan masuk angin, maka dari itu secara masif kita memberikan pelayanan terus,” tutupnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.