Banjir di Cilacap Perlahan Surut, Warga Mulai Tinggalkan Pengungsian

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dan Komandan Kodim 0703 Letkol (Inf.) Wahyo Yuniartoto menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kroya, Kabupaten Cilacap. (Foto: cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – Banjir yang melanda Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap sejak Senin (26/10) kini mulai surut. Warga pun kembali ke rumahnya untuk membersihkan sisa-sisa banjir.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy, mengatakan saat ini air sudah surut sekitar 30 – 60 sentimeter. Perkembangan baik tersebut membuat sebagian warga sudah berani kembali ke rumahnya masing-masing.

“Ada penyusutan surut sekitar 30 cm dan ada yang 60 cm. Banyak yang tadi malam tidur di pengungsian, sudah kembali ke rumahnya karena panas. Saat ini di pengungsian sudah berkurang, cuma masih ada sedikit,” ujarnya.

Sementara itu sebelumnya hampir sepekan para pengungsi bertahan di ruang kelas MI Muhammadiyah Gentasari, Kecamatan Kroya. Mereka mulai merasakan gatal-gatal akibat air dari banjir.

Namun demikian mereka sudah memperoleh pengobatan dari dokter. Sebagian sudah diberi salep dan mulai sembuh.

Sebelumnya Kapolres Cilacap AKBP Dery Agung Wijaya, mengatakan pada musim hujan sekarang ini, wilayah Desa Mujur Lor dan Desa Gentasari di Kecamatan Kroya kerap dilanda banjir.

Karena itu pihaknya, Kamis (29/10) lalu memberikan Bantuan Sosial berupa 100 kantong Paket Beras dan Paket Sembako, kepada masyarakat di desa Mujur Lor Kecamatan Kroya. Bantuan ini merupakan bagian dari kegiatan tanggap bencana antara oleh Polri dan TNI, Basarnas, dan BPBD Kabupaten Cilacap. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat terdampak banjir, untuk meringankan beban mereka.

“Semoga bantuan dari kami bisa bermanfaat untuk para korban banjir di Desa Mujur Lor dan Desa Gentasari Kecamatan Kroya. Dan semoga air segera surut sehingga tidak menggangu aktivitas sehari-hari serta mata pencaharian masyarakat,” ungkap Kapolres.

Bantuan serupa diberikan di Desa Gentasari, oleh Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, melalui program Pertamina Peduli. Bantuan diserahkan Unit Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina RU IV Cilacap, Hatim Ilwan, didampingi Officer Ferdy Saputra, Rabu (28/10).

Unit Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina RU IV Cilacap, Hatim Ilwa menjelaskan, bantuan yang disalurkan utamanya untuk menyokong kebutuhan dapur umum di pengungsian.

Bantuan berupa beras, gula pasir, telur ayam, daging sapi dan ayam, makanan kaleng, dan lain-lain. “Selain sembako, kami juga berikan bantuan sayur mayur, buah-buahan dan paket bumbu dapur supaya warga tetap makan sehat dan terjaga kondisinya,” jelas Hatim Ilwan,

Kepala Desa Gentasari Budi Harsono, yang ditemui saat menerima bantuan menceritakan, awalnya banjir hanya setinggi 60 cm pada hari Senin pagi dan mencapai puncak ketinggian hingga seukuran dada orang dewasa pada malam dinihari, sehingga warga terpaksa harus di evakuasi ke tempat yang aman. “Ini banjir terbesar yang pernah menimpa desa kami,” ujarnya.

Banjir meredam 269 rumah dengan total 800 orang warga di wilayah itu terpaksa harus diungsikan ke Sekolah Madrasah Ibtidaiyah, Muhammadiyah. “Di sini ada 12 RT dengan 428 KK dan 1.311 jiwa terdampak. Yang mengungsi di sekolah ini ada 800 orang, lainnya memilih bertahan di tanggul,” ungkapnya.

Menurut Budi warga khawatir terjadi pencurian, sehingga mereka memilih tanggul sebagai tempat mengungsi sekaligus memantau kondisi rumah dari dekat.

Atas bantuan dari Pertamina, Budi menyatakan apresiasinya dan berharap banjir segera surut. “Terima kasih Pertamina, atas kepeduliannya kepada warga kami, bantuan ini tentunya sangat bermanfaat,” kata dia.

Bantuan juga diserahkan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Komandan Kodim 0703 Letkol (Inf.) Wahyo Yuniartoto, ketika kedua pejabat itu meninjau lokasi banjir di Kroya, Rabu (28/10).

Turut hadir pada peninjauan tersebut Ketua TP PKK Hj. Teti Rohatiningsih, Kepala BPBD Tri Komara Sidhy Wijayanto, Camat Kroya Luhur Satrio Muchsin, sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Cilacap, jajaran TNI-Polri dan para kepala desa terdampak banjir.

Peninjauan diawali dengan kunjungan ke dapur umum Desa Mujur yang berlokasi di gedung olahraga sebelah balai desa. Bupati dan rombongan melihat secara langsung proses logistik dan pendistribusian bantuan kepada warga terdampak banjir.

Kegiatan dilanjutkan dengan meninjau tempat pengungsian di MI Muhammadiyah desa Gentasari. Di tempat ini menampung 100 penduduk desa Gentasari yang berasal dari dusun Karag.

Dengan menggunakan perahu, Bupati dan rombongan melanjutkan peninjauan ke tempat pengungsian di tanggul kali Tipar. Sebanyak 231 penduduk mengungsi dengan mendirikan tenda darurat di tempat tersebut.

Akibat curah hujan yang tinggi dan luapan air sungai, sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kroya terendam banjir, diantaranya desa Gentasari, Mujur, Mujur Lor, dan Kedawung. Ketinggian air mencapai 30 hingga 80 cm. Ratusan warga mengungsi akibat air yang menggenangi wilayah pemukiman penduduk.

Dari data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, tercatat 331 penduduk desa Gentasari mengungsi di dua tempat yakni MI Muhammadiyah dan tanggul kali Tipar. Di dusun Rawaseser desa Mujur Lor terdapat 133 KK (200 jiwa) yang terdampak, sedangkan dusun Pecangakan 555 KK (1.763 jiwa) yang terdampak banjir. Pengungsi di desa Mujur Lor mencapai 165 jiwa.

Untuk warga terdampak banjir di desa Mujur sebanyak 695 KK dan desa Kedawung 23 KK, namun tidak ada pengungsi di dua desa tersebut. Pemerintah desa setempat dengan dibantu BPBD telah mendirikan fasilitas dapur umum dan tempat pengungsian. Sejumlah perahu karet juga disiagakan untuk mengevakuasi penduduk. Dalam pernyataannya, Bupati Cilacap mengingatkan bahwa Kabupaten Cilacap adalah wilayah yang mempunyai potensi bencana yang lengkap, diantaranya banjir. “Cilacap itu seperti mall atau supermarketnya bencana. Bencana apa saja ada disini dan tidak mengenal waktu. Kita tidak libur dan turun ke pengungsian untuk melihat secara langsung,” kata Bupati.

Melihat antusiasme warga dalam membantu warga terdampak banjir, Bupati sangat mengapresiasi dan melihat hal tersebut sangat luar biasa.

“Saya lihat tadi beberapa pedagang pasar membawa sayur sayuran (untuk dimasak di dapur umum). Tenaganya dari ibu-ibu PKK dan warga yang peduli untuk membantu, antusiasnya sangat luar biasa,” tambah Bupati.

Dalam penanganan bencana banjir ini Bupati juga mengingatkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. “Saya minta kepada warga, ini kan lagi pandemi covid, kita harus jaga jarak, tetap harus pakai masker, cuci tangan. Jangan sampai dampak bencana banjir meluas ke dampak bencana covid,” tegas Bupati. (Dari berbagai sumber – HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.