Banjir Belum Surut, Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Permukiman Trimulyo, Kecamatan Genuk yang masih terendam banjir.

 

HALO SEMARANG – Sudah sepekan lebih wilayah Genuk terendam banjir. Tepatnya di Jalan Trimulyo RT 4 RW 2 Kelurahan Trimulyo Kecamatan Genuk, saat ini ketinggian air masih berkisar 30-40 cm.

Puluhan warga masih mengungsi di tempat yang lebih tinggi karena rumahnya masih terendam banjir dan belum bisa ditempati.

Air banjir memporak-porandakan isi rumah warga. Banyak perabotan warga yang rusak dan hilang akibat banjir yang tak kunjung surut.

Akibatnya, warga mengalami kerugian dan aktivitas mereka terganggu karena banjir masih merendam wilayahnya.

Sukirah (56) warga Jalan Trimulyo RT 4 RW II, Kelurahan Trimulyo mengatakan, semua perabotan rumahnya rusak dan hilang karena air masuk rumah.

“Waktu pulang mengecek rumah, ketinggian air masih tinggi kira-kira sedada saya,” katanya, Senin (15/2/2021).

Dia mengeluhkan kerugian dampak banjir yang sempat merendam isi rumahnya.

“Kulkas, TV, barang-barang elektronik saya rusak akibat terendam air dengan jangka waktu lama,” terangnya.

Saat ini Sukirah masih mengungsi di pengungsian Masjid Baitul Mannan bersama warga yang rumahnya masih terendam banjir. Dia berharap agar ada bantuan lebih untuk bisa memperbaiki rumahnya.

Sementara itu, Rahman warga Kelurahan Trimulyo mengatakan, saat ini yang lebih dibutuhkan warga adalah obat-obatan. Khususnya obat kulit untuk mencegah penyakit gatal-gatal. Karena air yang kotor dan bau dapat menyebabkan penyakit kulit.

“Kalau gatal-gatal itu pasti, kita butuh lebih bantuan obat untuk gatal,” kata Rahman.

Dia mengatakan, untuk bantuan makan dan kebutuhan pokok lainya sudah tersedia dari relawan maupun pemerintah.

“Kalau makanan sudah pasti dapat, 3 kali sehari dari dapur umum dan relawan,” paparnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.