in

Banjir Belum Surut, Status Tanggap Darurat Kota Pekalongan Diperpanjang

Wali Kota Kota Pekalongan terpilih, HA Afzan Arslan Djunaid bersama rombongan, mengecek pompa air Pabean, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Status tanggap darurat banjir di Kota Pekalongan diperpanjang dari 20 Februari 2021 menjadi 6 Maret 2021. Pemkot memperpanjang masa tanggap darurat ini, karena banjir di wilayah tersebut belum surut dan hujan masih sering mengguyur.

“Melihat situasi banjir yang masih melanda beberapa wilayah dan warga masih membutuhkan bantuan, sehingga status tanggap darurat banjir tersebut harus diperpanjang,” kata Wali Kota Kota Pekalongan terpilih, HA Afzan Arslan Djunaid.

Menurutnya, perpanjangan status tanggap darurat bencana tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Status tanggap darurat dan penanganan banjir akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi yang ada.

“Surat perpanjangan status tanggap darurat itu sementara ditandatangani Plh Wali kota. Kami sudah berkomunikasi dengan Pak Gubernur, bahwa situasi tanggap darurat harus diperpanjang, karena situasi masih banjir seperti ini,” jelasnya.

Aaf juga mengatakan pompa air Pabean sempat dikeluhkan warga karena tidak berjalan secara optimal, akibat sampah dan enceng gondok.

Menurutnya, setelah banjir surut, Pemkot Pekalongan akan berkerja bakti dan bersinergi dengan masyarakat, untuk membersihkan enceng gondok yang menutupi sungai Pabean tersebut.

Sebagai informasi, per Selasa (23/2) lalu sebanyak sembilan kelurahan di Kota Pekalongan tergenang air, yakni Kelurahan Pasirkratonkramat dan Tirto di Kecamatan Pekalongan Barat.

Selain itu, Kelurahan Panjang Wetan, Panjang Baru, Kandang Panjang, Padukuhan Kraton, Krapyak, Degayu, dan Bandengan. Ketinggian genangan air bervariasi, antara 30 sampai 60 sentimeter.

Jumlah pengungsi yang masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian sebanyak 2.351 jiwa, terdiri dari 1.547 jiwa di Kecamatan Pekalongan Barat, dan 804 jiwa di Pekalongan Utara. Namun demikian ketika banjir surut, para pengungsi tersebut berangsur pulang ke rumah masing-masing. (HS-08)

Share This

Bulan Dana PMI 2020 Rp1,37 Miliar, Akan Disumbangkan kepada Masyarakat

Vaksinasi Tahap Kedua di Kabupaten Semarang, Dinkes Targetkan 800 Orang Setiap Hari