in

Bangunan Balai Desa Ngampel Wetan Kendal Kondisinya Semakin Memprihatinkan

Kondisi bangunan Balai Desa Ngampel Wetan Kecamatan Ngampel Kendal yang memprihatinkan, Senin (25/9/2023).

HALO KENDAL – Sebagai pusat kegiatan masyarakat, balai desa umumnya tertata rapi dan bersih. Namun berbeda dengan Balai Desa Ngampel Wetan, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal yang kondisinya sangat memprihatinkan. Sebagian kondisi dari bangunan balai desa tersebut rusak.

Kerusakan sendiri dikarenakan faktor bangunan yang sudah berusia cukup tua dan tak kunjung direnovasi. Selain tembok bangunan banyak yang retak, plafon terlihat hancur dan kondisi cat yang sudah kusam, puluhan gentingnya pun sudah banyak yang pecah.

Menurut Abdul Malik, Kepala Desa Ngampel Wetan, seharusnya renovasi bangunan balai desa diakomodir oleh Pemkab Kendal. Sebab menurutnya, saat ini pengalokasian Dana Desa (DD) tidak diperbolehkan untuk merenovasi bangunan.

Dijelaskan, dalam Permendes 21 Tahun 2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa disebutkan, prioritas utama dalam pengalokasian dana desa hanya ada dua jenis. Yaitu terkait infrastruktur desa dan untuk pemberdayaan.

“Sudah sejak 2015-2016 itu kan dana desa sudah gak boleh bangun. Jadi seharusnya pembangunannya dicover pemerintah daerah,” ungkap Malik yang juga Ketua Paguyuban Kades Bahurekso Kendal, Senin (25/9/2023).

Untuk itu dirinya berharap, Pemkab Kendal dapat mengakomodir terkait renovasi kantor Balai Desa Ngampel Wetan. Supaya perangkat desa dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan menjadi nyaman.

Karena, menurut Malik, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Selain hanya meminta perhatian dari Pemkab Kendal maupun Provinsi Jawa Tengah.

“Kenapa, karena dana desa (DD) kami hanya Rp 678 juta, paling kecil se-Kabupaten Kendal. Kemudian terkait dengan alokasi dana desa (ADD) hanya cukup untuk belanja pegawai. Bahkan RT/RW sendiri tidak tercover,” bebernya.

Bahkan, lanjut Malik, untuk pendapatan asli desa (PAD) Desa Ngampel Wetan hanya sekitar Rp 60 juta, yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan dengan DD maupun ADD, seperti PKK, atau kegiatan masyarakat lainnya.

Bukan Malik saja, beberapa waktu lalu, perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Bidang Pembinaan Peran Serta Masyarakat, Fries Mount yang berkunjung di Balai Desa Ngampel Wetan sempat menyindir kondisi balai desa di hadapan Bupati Kendal Dico M Ganinduto.

“Cuma nanti harus diatensi ya pak bupati, (kondisi) kantor balai desanya. Tidak perlu bangunan yang mahal ya bapak-ibu, tapi setidaknya bisa memberikan pelayanan yang nyaman dan maksimal,” ujarnya, disambut tepukan warga.(HS)

Jaga Ketahanan Pangan, Wali Kota Semarang Luncurkan Program Perdu Semerbak

Hadiri PKS Bersholawat di Semarang, Wisnu Wijaya: Momentum Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Wathaniyah