Bangkit Di Tengah Pandemi, Rusmiyati Giatkan Apotek Hidup Dan Warung Hidup

Rusmiyati memberikan sosialisasi kepada warga, manfaat dari apotek hidup bagi warga di Kendal.

 

HALO KENDAL – Rusmiyati, Ketua PKK Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, membuat warung hidup dan apotek hidup karena menurutnya semua bisa dilakukan melalui media polybag.

Rusmiyati mengatakan, apotek hidup dan warung hidup merupakan kegiatan yang tepat untuk mengatasi persoalan warga di masa pandemi Covid-19.

“Bagaimana tidak, jika keduanya ada di sekitar rumah kita, maka kita tidak perlu kemana-mana untuk memenuhi kebutuhan imun dan juga makan untuk keluarga,” ungkapnya, Minggu (17/1/2021).

Warung hidup sendiri, menurutnya adalah pemanfaatan lahan sekitar rumah untuk ditanami tanaman sayuran, seperti yang banyak dijual di pasar semacam cabai, terong, bayam, dan lainnya. Sedangkan apotek hidup, adalah pemanfaatan lahan sekitar rumah untuk ditanami tanaman obat-obatan, seperti jahe, kunir, lengkuas, dan lain-lain.

Sebagai kader PKK dan juga istri Kepala Desa Pucangrejo, Rusmiyati harus bisa membantu warga terutama ibu-ibu untuk bisa berinovasi di rumah.

Dikatakan, Pemerintah Kabupaten Kendal sudah mengimbau, kepada masyarakat untuk di rumah saja. Inilah yang membuat Rusmiyati makin gencar memberikan edukasi akan pentingnya apotek hidup dan juga warung hidup.

“Untuk mendapatkan bibit kami minta bantuan Dinas Pertanian, dan mendapatkan bantuan 100 bibit jahe, temulawak, tomat, cabai dan beberapa tanaman lainnya,” kata Rusmiyati.

Dijelaskan, bibit tersebut ditanam di polybag dan dibagikan ke warga. Meski belum semuanya, dengan tanaman yang ada bisa saling membantu antarwarga.

“Tanaman ini bisa ditanam di pekarangan langsung, bisa juga ditanam dalam pot, polybag, plastic bekas, karung bekas, kaleng biscuit, bekas ember cat dan wadah lainya,” jelasnya.

Dijelaskan, tanaman warung hidup yang mudah ditanam misalnya terong, cabai rawit, tomat, daun bawang, daun pandan, papaya, pohon pisang, jambu, dan sebagainya.

“Jika di pekarangan rumah kita memiliki warung hidup tentulah dapat mengurangi pengeluaran membeli sayuran, bumbu dan buah,” imbuhnya.

Selain di rumah warga, Rusmiyati bersama dengan para pengurus PKK Desa menanamnya di halaman balai desa.

Kebutuhan keluarga terpenuhi dan tentu sehat. Apalagi jika diolah dengan serius, meski dengan lahan yang kecil, dapat juga menjadi penghasilan tambahan keluarga.

“Banyak manfaatnya tanaman tersebut, kami tidak perlu belanja keluar rumah karena di pekarangan sudah tersedia apalagi musim pandemi seperti ini,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.