Band Pelajar Kota Semarang, Shakuntala akan Manggung di “Rock 80 n Milenial” di Purworejo

Para personel Shakuntala foto bersama manajemen usai jumpa pers di Valle Resto, Jalan Diponegoro, Semarang, Rabu (18/12/2019).

 

HALO SEMARANG – Band pelajar asal Kota Semarang, Shakuntala akan tampil di acara “Rock 80 n Milenial Cafe to Cafe” di Jakman Cafe, Purworejo (21/12/2019). Band yang beranggotakan Oka Ardiansyah dari SMA 3 Semarang (vokal), Irza Akhlis dari SMA 6 Semarang (drum), Mahestra Okta Dwangga dari SMA 7 (bass), serta aditional player Arif Samudra (kybort) dan Andrian Nyonyo (gitar) ini juga akan tampil bareng dengan beberapa musisi rock nasional.

Manajer Shakuntala, Rizky Mamay mengatakan, beberapa musisi nasional yang dilibatkan dalam konser “Rock 80 n Milenial” ini yaitu Jikun /Rif, Ovi /Rif, Heydi Ibrahim (Power Slaves), Anwar Fatahillah (Power Slaves), Robby Rahman, dan Anton Juliette.

“Selain Shakuntala yang akan berkolaborasi dengan beberapa musisi rock nasional, di acara ini juga akan ada band pembuka Laras Band (Semarang), Cakra (Purworejo), Reamaronta Band (Purworejo). Shakuntala akan membawakan sekitar 10 lagu, di antaranya lagu mereka sendiri “Problema” dan “Kasih”. Sedangkan kolaborasi para musisi rock nasional ini akan membawakan sekitar 15 lagu,” kata Mamay saat jumpa pers di Valle Resto, Jalan Diponegoro, Semarang, Rabu (18/12/2019).

Menggandeng Epsilon English Training Center Semarang sebagai salah satu sponsor, event panggung musik bertajuk “Rock 80’s Café to Café“ tersebut memang dimaksudkan untuk menghidupkan kembali gairah musik rock di Indonesia. Melalui program road show, para musisi rock ini berusaha untuk mengangkat kembali genre rock n roll ke blantika musik Indonesia.

Rizky Mamay mengatakan, event dihelatnya bersama tim di Semarang dan Purworejo tersebut, akan menjadi wadah komunitas musik rock untuk mengembangkan bakatnya serta memberikan tontonan berkelas.

“Event ini memang bagian dari road show kami di Jawa Tengah. Dimulai dari Kota Semarang di Valle Resto, Semarang (29/11/2019) lalu, dilanjutkan ke Purworejo (21/12/2019), kemudian nanti ke Pekalongan, Purwokerto, dan kota lainnya,” katanya.

Sementara Stephanie Ong, Senior Trainer Epsilon English Training Center Semarang mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan penyelenggara “Rock 80 n Milenial Cafe to Cafe“ ini, dengan tujuan untuk mengangkat kembali pamor musik rock di Indonesia.

“Dan musik rock ini menjadi salah satu metode pembelajaran bahasa Inggris yang kami ajarkan di Epsilon English Training Center Semarang. Banyak lagu rock yang melegenda di tahun 1980an, liriknya berbahasa inggris. Maka kami ingin mengedukasi masyarakat tentang pembelajaran bahasa Inggris melalui musik agar lebih mudah dan menyenangkan,” kata wanita yang berkantor di Jalan Kartini no 4, Semarang ini.

Sebagai informasi, Shakuntala sendiri merupakan band festival pelajar asal Kota Lunpia yang mampu berprestasi di banyak festival musik di wilayah Jateng dan Jatim.

Tak tanggung-tanggung, atas besutan sang manager, Rizky Mamay, Shakuntala mampu menembus pasar musik nasional.
Shakuntala Project Band juga telah merilis beberapa single berkolaborasi dengan beberapa musisi rock nasional, seperti Mplay (Utopia), Jikun/rif, Robby Rahman, dan Ale Funky.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.