in

Balita di Kendal Mulai Ditimbang Tanpa Baju

Kegiatan penimbangan balita yang dilaksanakan TP PKK Desa Pucangrejo, Jumat (4/2/2022)

HALO KENDAL – Tim Penggerak PKK Desa Pucangrejo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal, mengadakan penimbangan balita serentak di masing-masing Rukun Warga (RW), Jumat (4/2/2022).

Dalam penimbangan ini, saat ditimbang para balita tidak menggunakan baju.

Ketua Tim Penggerak PKK, Solekhah mengatakan penimbangan balita seretak dilaksanakan sesuai arahan Ketua TP PKK Kabupaten Kendal Wynne Frederica yang fokus pada pengentasan angka stunting di Kabupaten Kendal.

“Ya arahan dari ibu Chacha supaya TP PKK desa bisa melaksanakan penimbangan balita serentak di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Solekhah menjelaskan, untuk pelaksanaan di Desa Pucangrejo, ada 277 balita yang mengikuti program penimbangan dari enam Rukun Warga yang ada.

Ditambahkan, untuk mengikuti program penimbangan balita ini, orang tua balita tinggal menyertakan foto kopi Kartu Keluarga, kemudian nama balita dan nama orang tuanya.

“Untuk RW 1 ada 27 balita, untuk RW 2 ada 74, untuk RW 3 ada 53 balita. Sedangkan di RW 4 ada 74 balita, RW 5 ada 49 balita dan di RW 6 ada 59 balita,” papar Solekhah.

Dirinya juga mengungkapkan, penimbangan balita kali ini, mulai dilakukan dengan cara melucuti baju balita yang ditimbang.

“Sesual dengan arahan ibu bupati, kami melakukan penimbangan balita tanpa baju. Hal ini untuk mengetahui berat riil dari balita. Sehingga dari situ bisa dilihat perkembangannya dan ada tidaknya stunting,” ungkapnya.

Selain penimbangan balita, kegiatan TP PKK Desa Pucangrejo juga disi dengan pembagian obat cacing.

Sebelumnya, Ketua TP PKK Kabupaten Kendal, Wynne Frederica atau yang akrab disapa Chacha menegaskan, selama ini timbangan yang digunakan tidak maksimal. Karena masih menggunakan timbangan konvesional, menggunakan timbangan baju.

“Seharusnya posyandu-posyandu yang ada di Kabupaten Kendal ini sudah menggunakan timbangan digital. Selain itu, saat ditimbang si anak bajunya juga harus dilepas. Agar tidak menambah jumlah timbangan. Ya meski 50 gram kan juga berpengaruh siih,” tandasnya.

Selain itu, lanjut Chacha, bukan hanya berat dan tinggi balita saja yang diukur, tapi juga lingkar kepala balita juga harus diukur.

“Karena untuk mengetahui anak kita terkena stunting atau tidak juga dilihat dari lingkar kepalanya,” jelas istri Dico M Ganinduto, Bupati Kendal tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Pucangrejo, Agus Riyanto mengatakan, pihaknya sangat mendukung apa yang dilakukan TP PKK di Desanya.

Menurutnya, selama ini dalam rangka menunjang ketahanan pangan, pihaknya sudah menganggarkan dalam APBDes. Salah satunya pemenuhan gizi keluarga.

“Kami berharap dengan kegiatan ini bisa diketahui perkembangan jumlah balita stunting di desa kami. Sehingga langkah-langkah pencegahan bisa kita lakukan,” pungkas Agus.

Sementara itu berdasarkan data di Desa Pucangrejo Kecamatan Gemuh sendiri, tercatat ada tujuh penderita stunting. (HS-06).

Mulai Senin Pekan Depan, PTM di Kota Semarang Dihentikan Sementara

Ketua PW Muhammadiyah Jateng Ikuti Ujian Terbuka Doktoral Studi Islam