in

Balapan Jauh Lebih Sulit di GP Australia

Michele Pirro/dok

HALO SEMARANG – Tim Ducati menggantungkan harapan terbesarnya pada Francesco ‘’Pecco’’ Bagnaia.

Pecco saat ini hanya tertinggal dua poin di belakang pemimpin klasemen sementara MotoGP 2022, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).

Balapan selanjutnya adalah Grand Prix (GP) Australia di Sirkuit Phillip Island, 16 Oktober mendatang.

Dibanding Quartararo, Pecco memiliki motor yang lebih mumpuni.

Michele Pirro, pembalap penguji Ducati, menyatakan hasil balapan akan sulit diprediksi.

Tiga race terakhir bakal berjalan sengit dan seru.

‘’Dari sudut pandang tertentu, seolah-olah kejuaraan yang sebenarnya dimulai dari Australia. Pecco harus mampu mengelola berbagai situasi,’’ ungkap Pirro seperti dikutip dari GPOne.

Michele meminta Bagnaia untuk selalu fokus dan tak melupakan ancaman dari pembalap lain.

Menurut pria 36 tahun ini, balapan akan jauh lebih sulit dan itu dimulai dari Australia.

Terlebih Ducati memiliki dua pembalap lain yang masih berpeluang untuk meraih gelar juara, yakni Enea Bastianini dan Jack Miller.

‘’Kami memang punya motor terbaik, tetapi balapan selalu tidak dapat diprediksi. Pecco jatuh di Jepang, sedangkan Quartararo tak mencetak poin di Thailand,’’ paparnya.

Pirro tetap berharap Pecco mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna di Phillip Island.

‘’Segalanya menjadi semakin sulit mulai sekarang,’’ tandasnya. (HS-06)

Bupati Kudus Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi Ampyang Maulid

Ikabi Gelar Munas II, Tokoh Boyolali Seno Kusumoarjo Tekankan Pentingnya Regenerasi Kepengurusan