in

Balai Bahasa Jateng Gelar Penganugerahan Prasidatama 2019

Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Dr Tirto Suwondo (kiri) menyerahkan Penganugerahan Prasidatama 2018 kepada salah satu penerima penghargaan.

 

HALO SEMARANG – Balai Bahasa Jawa Tengah kembali menyelenggarakan Penganugerahan Penghargaan Prasidatama 2019 di Hotel Patrajasa, Semarang, Rabu (20/11/2019). Penghargaan Prasidatama diberikan kepada lembaga/instansi yang berkomitmen mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia. Selain itu, penghargaan tahunan tersebut diberikan kepada buku sastra yang dinilai bermutu.

“Prasidatama kali ini meliputi dua bidang, yakni bahasa dan satra. Kami berusaha mengapresiasi lembaga yang berbahasa terbaik dan buku-buku sastra yang bermuutu,” kata Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Dr Tirto Suwondo, Selasa (19/11/2019).

Tirto berharap, penghargaan itu dapat mendorong lembaga di Provinsi Jawa Tengah untuk mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik. Selain itu, Balai Bahasa Jawa Tengah mendorong penulis-penulis untuk menerbitkan buku mereka di Jawa Tengah.

“Penghargaan ini kami berikan kepada penulis atau sastrawan yang menerbitkan karya sastra mereka di Jawa Tengah. Ini sekaligus sebagai upaya menggairahkan penerbitan buku-buku sastra di Jawa Tengah,” tambahnya.

Penghargaan Prasidatama Bidang Bahasa meliputi tiga kategori, yakni penggunaan bahasa Indonesia di dinas pendidikan kabupaten/kota, penggunaan bahasa Indonesia di SMK, dan penggunaan bahasa Indonesia di pemerintah kabupaten/kota. Adapun buku-buku sastra yang mendapatkan penghargaan bidang sastra adalah antologi puisi, antologi cerpen, dan novel.

Sementara itu, Ketua Panitia Prasidatama 2019, Sunarti mengatakan, pada acara penghargaan tersebut, sastrawan Triyanto Triwikromo akan menyampaikan orasi kebahasaan dan kesastraan.

“Hadiah sayembara penulisan esai dan cerpen bagi guru dan remaja juga akan diserahkan bersamaan dengan penganugerahan Penghargaan Prasidatama ini,” tambahnya.(HS)

Jelang Lawan Tira Persikabo, PSIS Tetap Target Poin Penuh Meski Tiga Pilar Absen

Merasa Tak Lagi Miskin, 256 Ribu Warga Jateng Mundur Dari PKH