in

Bakti Sosial Operasi Bibir Sumbing dan Langit-Langit di RS Cepoko Semarang

Kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit digelar di Rumah Sakit Cepoko Gunungpati Kota Semarang, Minggu (19/5/2024).

HALO SEMARANG – Bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit digelar di Rumah Sakit Cepoko Gunungpati Kota Semarang, Minggu (19/5/2024). Kegiatan ini menggandeng Yayasan Permata Sari dan diberikan kepada anak-anak penderita secara gratis.

Komisaris Utama RS Cepoko Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, anak yang mengalami bibir sumbing biasanya cukup kesulitan saat makan. Selain itu secara estetika mereka harus mendapat pertolongan.

Anak yang mengalami bibir sumbing mayoritas berasal dari keluarga tidak mempu. Oleh karena itu, pihaknya tergerak untuk menggelar bakti sosial memberikan operasi gratis bagi pasien bibir sumbing.

“Kami menjaring 17 pasien. Kemudian, sampai hari H yang hadir 12 pasien. Dilakukan skrining ada dua yang belum bisa dilakukan operasi hari ini. Ada permasalahan, belum mememuhi syarat untuk dilakukan operasi sumbing bibir dan langit-langit,” ujar Anang Budi Utomo, Minggu (19/5/2024).

Bakti sosial operasi bibir sumbing ini, lanjut dia, mulai dilakukan pada Sabtu (18/5/2024). Sebanyak 10 pasien mulai berproses operasi. Ada sebagian yang telah selesai dan masih dilakukan perawatan di rawat inap.

“Rata-rata masuk rawat inap terlebih dahulu karena butuh pengawasan. Ini kan operasi plastik estetik rekonstruksi. Harus ada pengawasam seksama. Termasuk, perawat-perawat akan dapat catatan yang harus mereka kerjakan,” paparnya.

Dari sejumlah pasien yang melakukan operasi bibir sumbing di RS Cempoko, Anang menyebut, mayoritas dari luar kota. Hanya ada satu pasien dari Gunungpati, Semarang.

“Nampaknya Semarang sudah terjaring (oleh Yayasan Permata Sari-red). Ini sudah meluber ke wilayah luar kota,” terangnya.

Dia menginginkan, bakti sosial semacam ini bisa digelar rutin setahun atau dua tahun sekali. Sementara itu, Ketua Yayasan Permata Sari, Endang Sri Sarastri mengatakan, yayasannya telah melakukan bakti sosial ini sejak 2000.

Semula, ada ratusan pasien bibir sumbing. Kini, jumlahnya sudah kian berkurang karena pengetahuan masyarakat mengenai pola hidup sehat sudah semakin baik.

“Di Semarang memang berkurang, biasanya di daerah pedesaan. Mereka kebanyakan dari warga kurang mampu. Biasanya, saat hamil kurang diperhatikan gizinya. Kalau hamil muntah-muntah tidak berusaha dimasukan (makan) kembali. Padahal, tiga bulan pertama hamil adalah pembentukan organ tubuh,” terangnya.

Pihaknya terbuka membantu masyarakat operasi bibir sumbing dengan syarat minimal anak berusia tiga bulan, kondisi sehat, HB 10 dengan berat badan minimal lima kilogram. Kondisi paru-paru bagus dan tidak sedang mengalami batuk dan pilek.

“Harapannya, dengan penampilan yang lebih bagus, anak-anak mau sekolah, mau bersosialisasi, menjadi anak pandai, berguna bagi nusa dan bangsa,” imbuhnya.(HS)

PSIS akan Maksimalkan International Match RCTI Sports untuk Trial Pemain

Atlet “Bahurekso Atletik Kendal” Raih Tiga Emas dan Tiga Perak di Kejurda Atletik Jatim Open 2024