in

Bakal Dibangun, Materi Monumen Pahlawan Tugu di Taman Jrakah Akan Dipindah

Monumen pahlawan berbentuk Tugu yang berada di Taman pertigaan Jrakah, Tugu akan dipindahkan ke taman yang berada di depannya, tepatnya di samping kampus UIN Walisongo.

 

HALO SEMARANG – Dinas Perumahan dan kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, berencana melakukan pembangunan Taman Jrakah, tepatnya di pertigaan traffic light Jrakah, Tugu, Kota Semarang. Dalam pembangunan itu, rencananya juga akan memindahkan materi Tugu Jrakah sebagai monumen pahlawan, ke taman yang berada di depannya. Tepatnya menempel dengan kampus UIN Walisongo.

Bangunan monumen perjuangan pahlawan ini berbentuk tugu, dengan mahkota berupa lidah api. Sedangkan, relief yang ada di bagian monumen nampak tentara yang sedang bertempur atau dalam suasana perang.

Kepala Dinas Disperkim Kota Semarang, Ali mengatakan, taman monumen pahlawan Jrakah akan dibangunkan dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) bantuan swasta.

Saat ini masih proses pembuatan Detail Engineering Design(DED), dan tahap sosialisasi ke masyarakat. Diharapkan pembangunan taman ini bisa segera dilaksanakan dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Yang membangun nanti dari BSB melalui program CSR. Semoga dalam waktu dekat ini akan segera terlaksana,” katanya, Rabu (4/8/2021).

Kabid Pertamanan dan Pemakaman Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati mengatakan, memang pihaknya berencana memindahkan materi monumen pahlawan berbentuk tugu untuk digeser ke taman yang berdampingan dengan bangunan kampus UIN Walisongo.

“Selain pembangunan di taman Jrakah, sekaligus pembenahan taman Delta. Harapannya pembangunan fisik dan sosialisasi berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Sementara itu, Arkeolog Semarang, Tri Subekso mengatakan, jika dibandingkan dengan monumen Tugu Muda, monumen pahlawan di taman Jrakah ini kurang ikonik. Meski begitu, pendirian monumen punya nilai penting bagi masyarakat sekitar.

“Dari literatur yang ada, monumen ini diresmikan pada 10 November tahun 1973. Dari bentuknya berupa tugu setinggi sekitar 6 meter,” jelasnya.

Dikatakan, memang taman ini yang berada di posisi jalur Pantura, akan sangat bagus dipindahkan agar lebih representatif dan nyaman untuk menjadi ruang publik.

“Sehingga jika nantinya taman baru yang berada di seberangnya itu juga bisa digelar kegiatan yang berhubungan dengan sejarah. Utamanya lebih mengenalkan, menceritakan perjuangan masa kemerdekaan,” katanya.

Dia juga memberikan masukan, nantinya selain ada monumen pahlawan di taman itu, juga dilengkapi dengan narasinya. Menurutnya, dengan adanya narasi di monumen yang menceritakan peristiwa yang terjadi pada saat itu, akan menguatkan nilai sejarah monuman.

“Kenapa warga belum ngeh dengan monumen pahlwan itu, hanya berupa relief dan tugu berbentuk lidah api saja, karena tidak ada narasinya. Sehingga tidak dikenal luas oleh masyarakat umum,” pungkasnya.(HS)

Share This

Acara Gebyar Undian Pelanggan PDAM Kendal Dipersiapkan

Fraksi PKS Minta Pemprov Jateng Perhatikan Ekonomi Masyarakat Kelas Bawah