in

Bakal Ada Jalur Khusus BRT di Kota Semarang, Begini Tanggapan Dewan

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono saat diwawancarai awak media, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang merealisasikan sistem moda transportasi umum berupa penyediaan dedicated line atau jalur khusus BRT Trans Semarang yang akan dibiayai Pemerintah Jerman.

Menurut Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono pihaknya menyambut baik dengan adanya pelayanan BRT Trans Semarang yang nantinya dibuat lebih bagus dan tidak kalah dengan yang ada di kota besar lainnya.

“Secara keseluruhan evaluasi dari dewan mengenai pelaksanaan BRT Trans Semarang, yang dalam rentang waktu sudah berjalan belasan tahun ini, baik terkait dalam hal pelayanannya dan juga progresnya dilihat cukup meningkat,” ujarnya, Senin (27/5/2024).

“Dan yang tidak kalah pentingnya, jika masih ada dalam pelaksanaanya ternyata dilakukan dengan melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh operator, lalu dikomplain pengguna namun tidak direspon sehingga harus ada sanksinya, bisa berupa diberi surat peringatan maupun denda, hingga ijinnya dievaluasi, sehingga jika ada keluhan masyarakat agar segera direspon,” katanya.

“Termasuk jalur- jalur BRT Trans Semarang yang melalui perumahan harus ditingkatkan, karena Semarang makin berkembang, terutama di wilayah pinggiran. Memang semua wilayah ini harus dijangkau BRT Trans Semarang. Contohnya di Jakarta, keberadaan angkot digunakan sebagai pengumpan. Jadi masih membutuhkan angkot tapi dikoneksikan. Dan di sini bisa menirunya seperti itu yang dibiayai pemerintah dengan disubsidi,” imbuhnya.

Suharsono menuturkan jika di Semarang akan membuat jalur khusus BRT sendiri, bisa butuh cukup memakan waktu lama.

“Karena dari jalan yang ada tidak lebar, belum lagi nantinya harus ada pembebasan lahan warga, dan harus dihitung secara matang. Kalau jangka pendek sementara ini untuk menambah jalur atau rute BRT Trans Semarang,” paparnya.

Apalagi, saat ini moda transportasi umum dibutuhkan seiring pengembangan pusat keramaian dan ekonomi baru.

“Setuju kalau angkutan umum ditingkatkan sehingga mudah didapatkan dan murah. Masyarakat mudah melakukan mobilitasnya, jika layanan BRT ini nyaman dan aman tentu akan jadi pilihan masyarakat. Dan pada akhirnya bisa mengurangi penggunaan transportasi pribadi karena masyarakat mulai senang menggunakan layanan angkutan umum, karena makin mudah diakses dan menjangkau masyarakat lebih luas,”pungkasnya.

Sebelumnya, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, nantinya pembangunan jalur Dedicated Line atau jalur khusus BRT Trans Semarang ini juga akan terintegrasi untuk pelayanan moda transportasi publik yang dibutuhkan oleh daerah penyangga sekitar, seperti Demak, Kendal, Grobogan, Kabupaten Semarang.

Sedangkan terkait kelanjutan dedicated line BRT Trans Semarang, Pemkot Semarang menjadi salah satu yang diundang Kemenhub, termasuk diantaranya Bappenas, lalu ada Direktur Anggaran dan pemerintah Jerman.

“Sekaligus untuk membahas masalah pembiayaan dedicated line itu sendiri oleh Pemerintah Jerman,” katanya.

Diharapkan, dengan adanya bantuan pembiayaan secara penuh dari luar negeri, kata Mbak Ita, sapaan akrabnya, bisa menunjang penyediaan layanan transportasi publik lebih mudah di Kota Semarang dan daerah sekitarnya. (HS-06)

 

 

Indeks SPBE Tertinggi, Pemprov Jateng Raih ‘Digital Government Award’ dari Presiden Jokowi

Indosat Gandeng Undip Wujudkan Digitalisasi Konservasi Mangrove Berteknologi