in

Bak Tamu Agung, Warga Pandeansari Kaliwungu Sambut Atlet Peparnas XVI Papua

Warga Pandean Lampersari Desa Kutoharjo Kaliwungu menyambut kedatangan Muhammad Dimas Ubaidillah atlet Peparnas XVI Papua, Senin malam (15/11/2021).

HALO KENDAL – Warga Pandean Lampersari, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu menyambut kedatangan Muhammad Dimas Ubaidillah warga setempat yang menjadi Atlet Nasional Peparnas XVI di Papua 2021.

Bukan hanya dikalungi bunga, Dimas begitu datang dan turun dari mobil juga disambut bak pengantin lengkap dengan iringan musik rebana dan salawat, pada Senin malam (15/11/2021).

Warga Pandean Lampersari RT 3 RW 6 antusias menyambut Dimas, sebagai bentuk penghormatan kepada atlet Nasional tersebut. Dimas diarak dari pintu gerbang kampung sampai halaman musala.
Selanjutnya dilakukan serah terima dari pelatih Kendal kepada orang tua Dimas di Pandean.

Setelah itu dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama sebagai wujud syukur di RT 3 RW 6 Pandean Lampersari ada bibit atlet tingkat nasional.

Muhammad Dimas Ubaidillah adalah atlet yang turun di nomor lari 400 meter / T11 dan memecahakan rekor nasional pada lomba sesi pertama cabang atletik di Ajang Peparnas XVI Papua 2021 di Stadion Lukas Enembe Jayapura.

Ketua RT 3 RW 2 yang juga sebagai tokoh masyarakat setempat, Muhammad Nur Mujib mengapresiasi dan mengungkapkan rasa bangga mempunyai warga yang menjadi atlet nasional.

“Kami sangat bangga, Mas Dimas bisa membawa nama baik kampung dan desa, serta Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah tentunya. Bahkan nantinya dia akan mengikuti kejuaraan tingkat Asean. Tentu ini prestasi yang membanggakan bagi kami warga Pandean Lampersari Desa Kutoharjo Kaliwungu,” ungkapnya.

Sementara itu, Muhammad Dimas Ubaidillah mengaku persiapan yang ia lakukan tidak banyak. Hanya menjaga fisik.

“Namun dalam perjalanannya juga banyak kendala. Atas doa orang tua dan warga kampung Pandean Lampersari serta masyarakat Kendal, saya menjuarai kelas Lari Sprint 400 meter dan meraih medali emas. Sedangkan di kelas estafet saya mendapat juara dua dan meraih medali perak,” tuturnya.

Dimas menyebut, targetnya menjadi juara sprint 100 meter dan 200 meter. Namun di luar dugaan malah juara di kelas 400 meter dan estafet.

Ia juga mengaku mempunyai keterbatasan fisik, yakni pengelihatannya kurang sempurna. Hanya semangat dan tekad yang kuat menjadikan dirinya menjadi juara tingkat nasional.

“Saya berharap kepada adik-adik untuk semangat dan giat berlatih sehingga meraih juara. Mari kita bawa nama baik kampung Pandean, nama baik desa dan Kaliwungu juga Kabupaten Kendal,” pungkasnya.(HS)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Selasa (16/11/2021)

Satpam Rokok Camel di Solo Ditemukan Meninggal Dunia, Uang Ratusan Juta Raib