in

Bahayakan Lingkungan, Warga Isoman Diimbau Pilah Sampah Infeksius

Sampah di TPA Jatibarang, Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang mengimbau warga yang tengah melakukan isolasi mandiri agar dapat memilah sampah jenis infeksius di tempat/kotak terpisah. Sebab DLH telah membagikan kotak pembungkus limbah infeksius berupa safety box dan tempat sampah infeksius berupa dropbox ke setiap kelurahan.

Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, selama ini pengolahan limbah infeksius dari warga yang melakukan isoman belum optimal. Ada warga yang membakar sendiri limbah infeksius. Ada pula sampah infeksius yang diambil oleh petugas DLH.

Pihaknya sebelumnya telah menempatkan drop box di kecamatan. Namun tidak banyak warga yang memanfaatkan dropbox tersebut. Dropbox kemudian didekatkan ke kelurahan untuk digunakan di tempat isolasi terpusat kelurahan. Adapun safety box bisa digunakan bagi warga yang isolasi mandiri di rumah.

“Kami imbau orang-orang yang sedang isoman untuk mengumpulkan sampah infeksius semisal masker, tisu, dan lainnya, dengan safety box,” terang Sapto, Minggu (1/8/2021).

Sapto berharap, warga bisa melakukan pilah sampah termasuk memilah sampah infeksius yang tergolong sampah berbahaya dan bisa mencemari lingkungan. Sehingga, hal itu akan memudahkan petugas DLH saat mengangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Pengolahannya pun akan lebih mudah. Dari safety box, sampah dibungkus plastik untuk dibuang ke drop box. Nanti, petugas DLH akan mengambil sampah. Pihaknya telah bekerja sama dengan rumah sakit tentara (RST) untuk pengolahan sampah infeksius menggunakan incenerator.

“Pengelolaan menggunakan incenerator, dibakar. Kami kerja sama sama RST yang akan membantu untuk pemusnahan sampah tersebut,” jelasnya.

Sapto menyebutkan, telah membagikan 1 dropbox dan 800 safety box ke masing-masing kelurahan. Pihak kelurahan akan membagikan safety box tersebut ke warga yang melakukan isoman.

Diakuinya, jumlah itu masih belum dapat mencukupi semua. Namun setidaknya bisa membantu masyarakat yang tengah menjalani isoman.

“Warga yang isoman dapat tapi belum bisa semua karena ini bantuan. Nanti kelurahan yang membagi,” ujarnya.

Seorang warga, Dhani yang pernah menjalani isolasi mandiri mengatakan, sampah infeksius dan sampah biasa masih tetap dibuang di tempat sampah yang sama. Hanya saja, ia terlebih dahulu mencuci sampah tersebut agar steril.

“Kalau masker, direndam air deterjen dulu sebelum dibuang. Nanti ada petugas kebersihan yang tiap hari datang pakai truk mengambil sampah ke rumah-rumah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, data dari DLH Kota Semarang volume sampah di Kota Semarang selama PPKM rata-rata per harinya menurun. Yaitu penurunannya rata-rata per harinya menjadi 650 ton sampah.

Dibandingkan dengan sebelum diberlakukan PPKM, volume sampah yang masuk ke TPA Jatibarang dari bulan Januari-Juni 2021 lalu, rata-rata 750 ton per hari. Sehingga ada penurunan volume sampah sekitar 100 ton per hari selama adanya PPKM.(HS)

Share This

Polres dan Kodim Batang Bagikan Bantuan Paket Sembako

Mahasiswa KKN Undip Galakkan Modal Sosial Secara Door to Door