Bahagianya Mbah Ginem, Dapat Modal Jualan dari Istri Menteri Sosial RI

Waginem, warga Sentiaki Baru 2 RT 6 RW 8 Bulu Lor, Semarang Utara, Kota Semarang.

 

MASIH ingat kasus penipuan yang menimpa pedagang kecil keliling, Waginem (70) di Jalan Kokrosono, Semarang bulan September 2020 lalu? Penjual nasi dan jajan keliling di sekitar Banjir Kanal Barat Semarang ini kehilangan uang Rp 400 ribu dan dagangannya yang dibawa seorang penipu.

Kasus Waginem atau biasa disapa Mbah Ginem yang sempat menghebohkan publik ini, mendapat perhatian Grace Claudia Pieters Batubara, istri Menteri Sosial RI, Juliari Peter Batubara.

Kamis (12/11/2020), penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial ini mengutus perwakilan untuk datang ke rumah Mbah Ginem di Sentiaki Baru 2 RT 6 RW 8 Bulu Lor, Semarang Utara, Kota Semarang.

Grace Batubara merasa simpati melihat kondisi Mbah Ginem yang sempat jadi korban penipuan, saat berjualan di kawasan pedagang kaki lima Kokrosono, Semarang.

Ibu dua anak itu, lantas mengirim perwakilan mendatangi keberadaan Mbah Ginem untuk menyerahkan bantuan berupa uang Rp 5 juta.
Menerima bantuan tersebut, Mbah Ginem terlihat bahagia.

Dengan raut wajah gembira, Mbah Ginem menerima video call dari Grace Batubara yang berada di Yogyakarta.

“Bagaimana Mbah kondisinya? Saya senang melihat Mbah Ginem bisa tertawa lagi. Semoga sedikit bantuan ini bisa meringankan beban Mbah Ginem dan untuk modal jualan lagi,” tutur Grace saat melakukan video call dengan Mbah Ginem.

Grace juga menyapa warga sekitar yang menemani Mbah Ginem. Para ibu-ibu tampak antusias. Mereka bersyukur masih ada perhatian dari pemerintah, utamanya dari istri Menteri Sosial, Grace Batubara.

“Alhamdulillah, kulo saget angsal bantuan (Alhamdulillah, saya bisa mendapat bantuan-Red),” ujar mbah Ginem terharu.

Rencananya, bantuan uang yang dia dapatkan akan dipergunakan untuk tambahan modal jualan keliling.

“Biasanya jualan keliling nasi bungkus, arem-arem, donat sama jajanan di Kokrosono. Sehari bisa dapat Rp 50-60 ribu, kalau sepi ya dapat Rp 30 ribu. Kemarin itu, saya kena musibah tapi banyak bantuan datang. Rencana uang dari Bu Grace mau dibuat modal jualan,” lanjut Mbah Ginem.

Lurah Bulu Lor, Wisnugroho menyampaikan terima kasih atas perhatian Grace Batubara yang peduli dengan kondisi Mbah Ginem.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk warga kami, Mbah Ginem. Selama ini beliau hidup seadanya dengan banyak keterbatasan. Apalagi beberapa waktu lalu, beliau ditipu orang dan dagangannya dibawa kabur. Bantuan dari ibu Grace Batubara sangat membantu beliau,” kata Wisnugroho.

Sebagai informasi, kejadian penipuan pedagang keliling ini terjadi Jumat (5/9/2020) pagi.

Saat itu Mbah Ginem yang memiliki lima cucu itu, sudah mulai berkeliling menjajakan berbagai makanan yang dititipkan padanya sekitar pukul 06.00 WIB. Dengan kaki rentanya dia harus beberapa kali istirahat karena berjalan menyusuri rute jualan.

Sekitar pukul 08.30 WIB, masih ada cukup banyak nasi bungkus di keranjang yang dibawanya berkeliling. Bagai angin segar, seorang wanita muda menaiki motor matic datang dan mengatakan akan memborong dagangannya.

“Saya mikirnya kalau dibeli semua saya bisa pulang pagi. Terus dia bilang saya juga mau diboncengin, tapi saya tidak mau, kalau dibonceng (pulangnya) kesasar bagaimana,” ujar Mbah Ginem.

Perempuan itu mengatakan memborong dagangan Mbah Ginem untuk dibagikan ke anak-anak. Namun ternyata setelah mengambil nasi bungkus Mbah Ginem, perempuan itu juga mengambil dompet lalu kabur.

“Nasinya dibawa, ada dompetnya,” ujarnya.

Uang penjualan sekitar Rp 400 ribu dan dagangan dengan nilai sekitar Rp 200 ribu raib. Mbah Ginem pun hanya bisa menangis di warung kenalannya. Mbah Ginem sempat takut pulang karena tidak bisa setoran.

“Saya nangis. Sempat takut pulang karena tidak bisa setoran. Tapi terus diantar teman pulang,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.