Bageng Jadi Desa Wisata ke Tiga di Pati

Bupati Pati Haryanto, melihat jeruk pamelo saat meresmikan Desa Bageng Kecamatan Gembong sebagai Desa Wisata. (Foto : patikab.go.id)

 

HALO PATI – Desa Bageng, Kecamatan Gembong, saat ini menjadi Desa Wisata ketiga di Kabupaten Pati. Sebelumnya, di Kabupaten Pati telah ada dua desa wisata, yaitu Desa Talun Kecamatan Kayen dan Desa Tunggulsari Kecamatan Margoyoso.

Menurut Bupati Pati Haryanto, munculnya desa-desa wisata ini merupakan dampak positif dari wewenang pemerintah desa untuk mengelola rumah tangganya sendiri.

Dengan dana dan sumber daya yang dimiliki, pemerintah desa beserta warganya dapat mengembangkan potensi yang ada, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya.

Lanjut Bupati, seperti dipublikasikan patikab.go.id, Minggu (22/11), meskipun desa wisata Bageng memiliki wisata alam, namun yang menjadi ikon ataupun unggulan ialah jeruk pamelo. Sebab, menurutnya, jeruk pamelo memang jeruk khas Kabupaten Pati yang sebagian besar dibudidayakan di Desa Bageng.

“Masih ada beberapa desa yang tengah dipersiapkan menjadi desa wisata. Namun, salah satu desa yang telah siap dan dalam waktu dekat diresmikan ialah Desa Jrahi yang dikenal juga sebagai Desa Pancasila”, jelas Bupati, Sabtu (21/11) meresmikan Desa Bageng Kecamatan Gembong sebagai Desa Wisata.

Bupati menegaskan bahwa pemerintah desa, telah mendapat kewenangan sendiri mengurusi desa agar dapat membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Serta, agar desa mampu menarik ketertarikan warga dari luar daerah dengan kearifan lokal yang dimiliki.

“Dengan banyaknya para broker pedagang – pedagang dari daerah lain, malah justru jeruk pamelo madu dikenalnya dari daerah lain, bukan dari Desa Bageng. Untungnya kita ini sudah punya sertifikasi jeruk pamelo ini. Begitu juga dengan kelapa kopyor dan jambu lumut”, imbuhnya.

Guna mengembangkan jeruk pamelo di Desa Bageng, Bupati berpesan kepada pemerintah desa setempat agar tidak terpaku pada luas lahan saja. Melainkan, tiap rumah warga bisa ditanami pohon jeruk pamelo.

“Jadi kita kembangkan wisata petik buah pamelo. Setelah itu, kita buat video pendek untuk memviralkan”, tandasnya.

Hadir pula dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Sekda Pati Suharyono, Dandim 0718/Pati, perwakilan DPRD Pati dan DPRD Provinsi Jateng, Kepala Dinporapar Pati, Camat Gembong serta Kades Bageng.

Sementara itu laman balitjestro.litbang.pertanian.go.id, menyamakan jeruk pamelo (Citrus grandis atau Citrus maxima) ini dengan jeruk bali.

Walaupun demikian, jeruk ini bukan merupakan tanaman khas dari Pulau Dewata tersebut. Menurut berbagai sumber, Citrus maxima merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Asia Tenggara.

Dari seluruh negara di Asia Tenggara, Thailand adalah yang paling terkenal dengan Pomelo rasa manis. Panen Pomelo selalu terjadi pada bulan September. Warna khasnya di sini adalah kuning pucat. Sementara jeruk bali pink.

Adapun pamelo memiliki beragam manfaat, antara lain terdapat kandungan likopen yang bisa menangkal radikal bebas. Di dalam jeruk ini juga terkandung provitamin A, B1, B2, dan asam folat.

Khusus untuk Jeruk Pamelo (Citrus maxima) Bageng, yang sering disebut sebagai jeruk bali madu, seperti disampaikan dalam cybex.pertanian.go.id,  telah dipatenkan di Pusat Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dengan Sertifikat Nomor : 01/PVL/2008. Varietas ini didaftarkan oleh Bupati Pati, Tasiman, SH.

Sehingga Jeruk Pamelo Bageng telah secara resmi diakui oleh Pemerintah. Jeruk Pamelo Bageng dalam perkembangannya terdapat 2 nama yaitu Jeruk Pamelo Madu Bageng dan Jeruk Pamelo Bageng Taji (tanpa biji), di mana yang membedakan adalah Jeruk Pamelo Bageng Madu sebagai varietas indukan yang kemudian hasil dari perbanyakaannya dinamakan Jeruk Pamelo Bageng Taji.

Budidaya Jeruk Pamelo Bageng dapat dibudidayakan di mana saja, di pekarangan (tabulakar), di pot (tabulapot), atau ditanam secara komersial dengan cara dikebunkan. (HS-08)

 

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.