Badan POM Terus Awasi Distribusi Vaksin

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito. (foto: covid19.go.id)

 

HALO SEMARANG –  Pemberian vaksin kepada masyarakat, tetap akan menunggu Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Hal itu sesuai prinsip kehati-hatian, seperti yang ditekankan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, seperti dirilis Covid19.go.id, menjelaskan untuk pemberian vaksin tersebut, pemerintah tetap berpegang pada prosedur kesehatan yang berlaku.

Prof Wiku menegaskan, Badan POM terus mengawasi distribusi vaksin yang sedang berjalan, mulai dari tahapan pre klinik, sampai uji klinik fase 1, 2 dan fase 3, yang sedang berlangsung di Bandung, Jawa Barat.

Uji klinis yang dilakukan Brazil dan Turki, juga menjadi bahan evaluasi. Setelah uji klinis fase 3 telah selesai dan hasilnya baik, barulah Badan POM mengeluarkan EUA.

“Pada intinya, upaya distribusi yang telah dilakukan ini, bertujuan menjamin ketersediaan vaksin yang merata, dengan prosedur kehati-hatian, serta  dengan memanfaatkan waktu yang ada. Pemerintah menjamin distribusi vaksin ke berbagai daerah di Indonesia dan dapat efektif tanpa merusak kualitas vaksin,” kata dia.

Wiku menambahkan, pada saat kedatangan vaksin di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu, Badan POM telah memberi sertifikat Lot Release, sebagai upaya dalam mengawal mutu vaksin yang masuk ke Indonesia.

Vaksin yang saat ini sedang didistribusikan ke berbagai daerah, akan tetap diawasi dengan melakukan sampling berbasis risiko di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan POM tingkat provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia.

Lalu terkait penyuntikan vaksin ini, Wiku menegaskan bahwa pemerintah terus berpegang pada prinsip dan prosedur kesehatan yang berlaku. Penyuntikan vaksin baru, akan dijalankan setelah EUA yang didasarkan hasil data saintifik dikeluarkan Badan POM.

“Bapak Presiden (Joko Widodo) juga akan menerima vaksin, jika vaksin sudah mendapatkan EUA dari Badan POM. Kami harapkan komitmen ini, bisa secepatnya dilaksanakan agar kemudian masyarakat luas bisa menerima vaksin Covid-19,” kata Wiku menutup agenda keterangan pers. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.