Badan Otorita Borobudur Diharapkan Bangun Lebih Banyak Destinasi Wisata Baru di Purworejo

Acara launching logo baru Badan Otorita Borobudur di Pendapa Kebupaten Purworejo. (Foto : Purworejokab.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Pemkab Purworejo, berharap Badan Otorita Borobudur (BOB) membuat lebih banyak destinasi wisata baru di Kabupaten Purworejo, dan bersinergi dengan destinasi yang sudah ada.

Destinasi-destinasi wisata itu, bisa bersinergi dan menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi, yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Harapan itu disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Purworejo Drs Budi Hardjono, ketika mewakili Bupati Purworejo dalam acara launching logo baru BOB di di Pendapa Kebupaten Purworejo, Kamis (10/12).

Dia mengatakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, merupakan satu dari tiga proyek strategis nasional, yang berdampak langsung bagi Kabupaten Purworejo, selain YIA dan Bendungan Bener.

Untuk mendukung keberadaan kawasan strategis tersebut, BOB membangun beberapa objek wisata, salah satunya adalah Glamping D’loano di Kabupaten Purworejo.

“Meski dampak ekonominya belum begitu dirasakan, namun setidaknya mampu mengangkat nama Purworejo di kancah nasional,” kata Budi, seperti dirilis Purworejokab.go.id.

Ke depan Pemkab Purworejo berharap BOB membuat lebih banyak destinasi wisata baru di Kabupaten Purworejo. Destinasi baru tersebut juga disinergikan dengan destinasi yang sudah ada.

Pemkab Purworejo saat ini juga sedang gencar membangun sektor pariwisata, agar menjadi primadona demi meningkatkan perekonomian daerah. Bahkan rencana semula, tahun 2020 ini sebenarnya bisa menjadi puncak dari tahun kunjungan wisata Purworejo atau Romansa Purworejo 2020.

Tetapi harapan tersebut, untuk sementara harus dikesampinkan lantaran Covid-19 melanda seluruh dunia. Pada masa pandemi seperti ini, semua tempat wisata harus ditutup, demi menghambat penyebaran Covid-19.

Para pelaku pariwisata dan pelaku usaha lain yang mendukung pariwisata, termasuk dari sektor jasa transportasi, jasa penginapan, perajin souvenir, hingga penjual makanan minuman pun terkena dampaknya.

Lebih lanjut Budi Hardjono mengatakan, Pemkab Purworejo menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi, kepada BOB yang telah memilih Pendapa Kabupaten Purworejo, sebagai lokasi launching, bukan di tempat lain seperti kompleks Candi Borobudur.

Ini menunjukkan bahwa BOB benar-benar menempatkan Kabupaten Purworejo, sebagai mitra utamanya

“Saya sampaikan selamat dan sukses kepada Badan Otorita Borobudur yang telah memiliki logo dan dilaunching pada hari ini. Semoga logo ini bisa menjadi branding BOB, yang selalu melekat di hati masyarakat,” pungkasnya.

Indah Juanita, Direktur Utama BOB menjelaskan jika sebelumnya pihaknya telah membuka lomba untuk menemukan logo untuk BOB. Sejumlah 2.400 peserta yang berasal dari 27 provinsi turut serta dalam lomba logo ini. Dari 3.000 desain logo, disaring menjadi 20 logo hingga terpilih logo BOB terbaik.

“Logo benar-benar kami pilih yang dapat mencerminkan apa yang ada di BOB terlambangkan di logo itu. Purworejo dipilih sebagai tuan rumah launching logo karena Purworejo, karena merupakan salah satu pintu gerbang selain dari Kulon Progo untuk masuk ke kawasan BOB. Untuk itu kita harus bisa memajukan pariwisata di Purwoejo,” kata Indah. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.