Babak Final Kompetisi Medis Utamakan Penilaian Karakter Pemimpin Unggul

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Asep Sukmayadi, (Sumber : kemdikbud.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kompetisi mahasiswa di bidang kesehatan, bertajuk  Medical Online Competition (MOC), resmi memasuki babak final, Jumat (20/11). Sebelumnya, di tahap semifinal diperoleh 18 tim yang akan memperebutkan posisi tiga besar.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Asep Sukmayadi, menyatakan dari sebuah kompetisi, nilai terpenting yang harus muncul pada peserta, adalah karakter calon pemimpin unggul.

“Tujuannya kompetisi ini adalah, bagaimana kita mendorong pendidikan karakter bagi calon pemimpin di bidangnya, menumbuhkan semangat pantang menyerah serta kreativitas,” kata Asep, kemdikbud.go.id.\

Asep mengatakan sebagai ajang yang baru pertama kali digelar dan diselenggarakan secara dalam jaringan (daring), kompetisi ini juga bertujuan untuk mendorong peningkatan prestasi mahasiswa, kemampuan akademik, wawasan dan kecintaan mereka terhadap bidang kesehatan. Dengan begitu, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya kesehatan di dalam kehidupan.

“Ini juga menandakan, Pupsresnas berupaya memberikan pelayanan inklusif kepada semua bidang ilmu untuk mengembangkan prestasi,” jelas Asep.

Ketua Asosiasi Pendidikan Kedokteran Indonesia (APKI), Budu mengatakan, dirinya menyambut baik kompetisi ini meski berlangsung di tengah pandemi Covid-19. “Terlebih ketika perwakilan Universitas Hasanudin (Unhas) lolos pada salah satu blok yang dikompetisikan,” ungkap Dekan Fakutas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar itu.

Budu berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi pemicu anak-anak untuk terus belajar materi-materi kedokteran. “Agar mereka menjadi pembelajar yang berkomitmen, semangat, dan bersungguh-sungguh,” ucap Budu.

Di akhir sambutannya, Asep mengatakan, kompetisi bukan sekadar menang dan kalah, lebih dari itu pengalaman dalam berkompetisi menjadi sesuatu yang berharga. “Untuk yang tidak terpilih (menjadi pemenang) tidak perlu berkecil hati, (yang lebih penting) bagaimana kita mengambil pengalaman yang baik. Selamat bertanding, semoga mendapat hasil yang terbaik,” pesan Asep.   (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.