in

Awas ! Timbun Minyak Goreng Bisa Dipenjara 5 Tahun

 

HALO SEMARANG – Bareskrim Polri memastikan akan menindak penimbun minyak goreng, karena sudah menyengsarakan masyarakat. Mereka nantinya dapat dijerat dengan pidana 5 tahun penjara.

Penegasan itu disampaikan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dr Ahmad Ramadhan SH MH MSi, terkait kasus-kasus penimbunan bahan pangan, termasuk di antaranya minyak goreng.

Ancaman pidana untuk melaku penimbunan sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Pada ayat 1 Pasal 29 UU tersebut, disebutkan bahwa pelaku usaha dilarang menyimpan barang kebutuhan pokok, dan atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu, pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan atau hambatan lalu lintas perdagangan barang.

Jika ketentuan tersebut dilanggar, maka pelaku bisa dijerat Pasal 107 UU tersebut. Dalam pasal itu, disebutkan bahwa pelaku penimbunan bisa dikenai hukuman penjara selama lita tahun dan atau denda Rp 50 Miliar.

“Pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan atau hambatan lalu lintas perdagangan barang, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling banyak lima puluh miliar rupiah,” kata Karo Penmas, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id.

Dia juga menyatakan Polri akan mendukung kebijakan pemerintah, dalam menstabilkan harga minyak goreng. Karena itu, Polri melalui Satgas Pangan, bekerja sama dengan pihak terkait, akan mulai bertindak.

“Polri akan melakukan monitoring, pengecekan langsung, dan operasi pasar guna memastikan ketersediaan aman, distribusi lancar dan harga penjualan sesuai HET (harga eceran tertinggi-Red) yang ditetapkan oleh pemerintah,” kata dia.

Menurut Karo Penmas, berdasarkan data yang diberikan kementerian terkait, bahwa saat ini ketersediaan atau stok minyak goreng sebenarnya cukup. Namun ada beberapa pelaku usaha yang melakukan penimbunan.

Jenderal Bintang Satu itu pun menegaskan Satgas Pangan Polri menemukan minyak goreng yang ditimbun oleh pelaku usaha, maka minyak goreng tersebut diarahkan untuk segera didistribusikan melalui mekanisme pasar.

“Dan terhadap pelaku usaha yang melakukan penimbunan akan dilakukan penindakan tanpa mengganggu mekanisme pendistribusian minyak goreng tersebut,” kata dia. (HS-08)

Kapolres Wonosobo Pimpin Upacara Penutupan Pembaretan Bintara Remaja Angkatan 46

Polres Banjarnegara Kampanye Prokes dan Bagi Masker Gratis