in

Awalnya Tidak Suka, Sekarang Memperjuangkan Hak Anak Jalanan

Annisa Dewi Fortuna, Koordinator Komunitas Rumah Pintar (Rumpin) Bangjo.

 

SETIAP anak memiliki hak yang sama yakni hak untuk hidup, hak memperoleh pendidikan, dan hak layanan kesehatan, serta masih banyak lagi. Akan tetapi, tidak semua anak beruntung mendapatkan hal tersebut.

Salah satunya adalah yang dialami anak jalanan. Dari latar belakang inilah, Annisa Dewi Fortuna, Koordinator Komunitas Rumah Pintar (Rumpin) Bangjo bertekad untuk memperjuangkan hak-hak anak jalanan.

Nisa, sapaan akrabnya, awalnya termasuk seseorang yang tidak menyukai sikap anak-anak jalanan, namun pikirannya berubah semenjak berkecimpung di Komunitas Rumah Pintar.

“Setelah gabung di Rumpin, kok aku jadi kayak flash back ke masa kecil aku. Habis sekali ngajar, kok akhirnya di Rumpin malah kaya main,” tuturnya kepada halosemarang di Sekretariatan Komunitas Rumah Pintar (Rumpin) Bangjo, Jalan Jembawan Raya No.8, Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (15/7/2021).

Ia menceritakan, dipercaya menjadi Koordinator Rumpin Bangjo setelah dinilai aktif sebagai relawan pengajar. Pada September 2020, ia diberi mandat walau sebenarnya kurang percaya diri.

“Karena kalau jadi koordinator harus siap bertanggung jawab ke seluruh relawan, collab dengan kampus sana-sini, dan satu lagi, untuk cari sponsorship. Apalagi background aku di organisasi memang kurang. Tapi sekarang malah aku yang jadi belajar. Ngurus anak-anak sekolah ke dinsos, belajar alurnya. Alhamdulillah sekarang lebih paham,” ujar Nisa.

Kendati demikian, ia optimistis kegiatannya dapat memberikan hal terbaik dalam memperjuangkan hak anak jalanan. Termasuk mendampingi anak-anak pantauan Rumpin Bangjo yang masih kesulitan dalam urusan ekonomi, khususnya untuk mengenyam pendidikan.

Karena keterbatasan, Nisa berharap agar lebih banyak lagi orang-orang baik yang mau membantu. Tidak hanya anak-anak jalanan, tetapi juga anak-anak kecil yang kurang mampu, bukan justru memandang mereka sebelah mata.

“Dulu banyak yang tidak sekolah. Tetapi sekarang kebanyakan sudah sekolah. Meskipun ada juga yang belum sekolah karena kendala tidak punya identitas sama sekali, seperti KTP orang tua, Akta Kelahiran, dan Kartu Keluarga,” tutup mahasiswa semester akhir UIN Walisongo Semarang ini.

Sebagai informasi, Rumpin Bangjo adalah lembaga swadaya masyarakat di bawah naungan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah. Total ada 30-an anak dengan rata-rata berusia antara 7-13 tahun yang didampingi Rumpin Bangjo. Program utamanya adalah sebagai pendidikan alternatif untuk anak-anak jalanan di Kota Semarang, khususnya di sekitar Pasar Johar.(HS)

Share This

Disperkim: Mulai Malam Ini Separuh PJU Jalan Protokol di Kota Semarang Akan Dipadamkan

Varian Delta Ditemukan di Magelang, Begini Kata Ganjar Pranowo