in

Atasi Persoalan Kemiskinan Dan Stunting Harus Jadi Komitmen Pemprov Jateng

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman saat melaksanakan kegiatan bertemu konstituen di Pekalongan, belum lama ini.

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman mendorong Pemprov Jateng untuk menggenjot program guna pengentasan kemiskinan dan persoalan stunting di wilayahnya. Hal itu karena persoalan kemiskinan ekstrem dan stunting masih menjadi prioritas program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, selain infrastruktur.

Upaya itu, menurut dia, harus jadi komitmen Pemprov Jateng. Apalagi di Jawa Tengah, angka kemiskinan masih cukup tinggi, dan angka stunting di Jateng pada tahun 2023 masih sekitar 20 persen dari target 14 persen.

“Angka stunting tahun 2023 masih mencapai 20,9 persen, atau sekitar 540 ribu anak yang mengalami kondisi kerdil. Oleh karena itu, perlu ada komitmen bersama untuk mengatasi masalah ini,” katanya, baru-baru ini.

Selain pemberian gizi pada anak stunting, langkah pencegahan juga diperlukan. Salah satunya akurasi data terkait jumlah ibu hamil, calon pengantin, dan anak usia dua tahun.

“Secara teori dari jumlah ibu hamil, 20 persen mengalami masalah kesehatan. Sementara calon pengantin putri 70 persen itu anemia (kekurangan sel darah merah-red), itu salah satu yang menyebabkan stunting,” tuturnya.

Sementara terkait kemiskinan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan kemiskinan ekstrem di Jateng bisa 0 persen di tahun 2024. Saat ini disebutkan kemiskinan ekstrem masih menyisakan 1,1 persen dari total jumlah penduduk. Sementara jumlah penduduk miskin di Jateng pada Maret 2023 tercatat sebanyak 3,79 juta jiwa atau 10,77 persen.

“Dua masalah itu harus jadi prioritas. Upaya penurunan angka kemiskinan dan pengentasan stunting dapat dilaksanakan secara maksimal, melalui optimalisasi program-program yang telah dicanangkan. Selain itu update data di daerah juga penting, hal ini agar program yang disiapkan bisa tepat sasaran,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan keuangan (Bankeu) ke pemerintah Kabupaten Brebes senilai Rp 145,3 miliar untuk penanganan kemiskinan dan stunting.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana dalam acara silaturahmi bersama Pemkab Brebes dan Forkopimda di Pendopo Kabupaten Brebes, Kamis (25/1/2024). Nana menambahkan, bantuan keuangan itu juga merupakan bentuk intervensi dari Pemprov Jateng untuk mengatasi permasalahan prioritas di Kabupaten Brebes.

Sebab berdasarkan data, angka kemiskinan di Brebes masih cukup tinggi, terutama kemiskinan ekstrem. Selain itu, angka stunting juga masih di atas 14 persen.

“Kekompakan Forkopimda harus dijaga dan ditingkatkan. Apalagi juga ditambah dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Jadi kami yakin seluruh permasalahan yang ada di masing-masing daerah, ketika kita kompak, ketika kita mau, ada solusinya,” kata Nana.(Advetorial-HS)

Bonus Atlet dan Pelatih Kendal Peraih Medali di Ajang Porprov 2023 Diserahkan dalam Tiga Tahap

Pemprov Jateng Gelontorkan Bankeu Rp54,7 Miliar kepada Pemkab Batang