in

Atasi Kekurangan Guru SD, Bupati Kebumen Gabung SD di 11 Kecamatan

Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto. (Foto : kebumenkab.go.id)

 

HALO KEBUMEN – Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, pada awal tahun pelajaran 2022/2023, menggabungkan 23 sekolah dasar (SD) menjadi 11 SD di 11 kecamatan.

Sekolah yang digabung lokasinya berdekatan dan memiliki sedikit siswa.

Menurut Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, kebijakan ini diambil untuk mengatasi masalah kekurangan pendidik dan tenaga kependidikan di SD, utamanya kekurangan guru dan kepala sekolah definitif.

Selain itu SD yang mendapat tambahan siswa dari SD lain, juga akan menerima Biaya Operasional Sekolah (BOS) lebih besar, karena besar kecilnya BOS sesuai dengan jumlah siswanya.

Biaya pemeliharaan bangunan dan gedung sekolah juga akan berkurang, karena sebagian nantinya sudah tidak difungsikan.

Dari sisi kordinasi bidang pendidikan di kecamatan, Bupati juga membuat terobosan baru yaitu menghapus Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan di 26 kecamatan.

Sebagai penggantinya dibuat  sistem koordinasi yang baru, yaitu dibentuk pengelompokan Tim Kepengawasan SD berbasis wilayah kecamatan yang berdekatan, yang dinamakan Zona Kepengawasan.

Di Kebupaten Kebumen akan ada 7 Zona Kepengawasan.

Untuk zona 1 meliputi Kecamatan Kebumen, Buluspesantren, dan Sadang; zona 2 meliputi Kecamatan Pejagoan, Klirong, Karanganyar, dan Petanahan; serta zona 3 meliputi Kecamatan Sruweng, Puring, Kuwarasan, dan Adimulyo.

Selain itu untuk zona 4, meliputi Kecamatan Ayah, Rowokele, dan Buayan; Zona 5 Kecamatan Karanggayam, Sempor, dan Gombong; zona 6 meliputi Kecamatan Alian, Kutowinangun, Karangsambung, dan Poncowarno; serta zona 7 meliputi Kecamatan Mirit, Bonorowo, Ambal, Prembun, dan Padureso.

Bupati menyatakan kebijakan itu diambil dengan pertimbangan profesionalisme dan efisiensi.

Para pengawas yang tadinya menjabat Korwil, biasanya ditugaskan untuk mengawas lebih dari 10 sekolah. Hal ini dianggap kurang efektif. Mestinya tim pengawas lebih dari satu orang.

“Jadi kalau tim pengawasnya satu orang kan jadi tidak baik. Korwil ini diganti dengan kelompok tim pengawas dengan sistem zonasi, agar lebih profesional dan efisien. Kelompok tim pengawasnya tiap zonasi ini nanti bisa tiga sampai lima orang,” kata Bupati di Pendopo Kabumian, Sabtu (10/9/2022), seperti dirilis kebumenkab.go.id.

Dengan sistem baru ini, pengawas SD akan melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pengawas secara tim, bukan bekerja secara individual, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur Kepengawasan berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2016.

Dalam setiap Zona dibentuk Ketua Tim dan anggota yang terdiri atas semua pengawas di zona masing-masing.

Mereka bertanggung jawab atas sekolah binaannya dalam melaksanakan 8 Standar Nasional Pendidikan menuju terlaksananya Merdeka Belajar di SD di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen dalam rangka mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Sementara itu Suparsino mantan Korwil Pendidikan Kecamatan Gombong, menambahkan pihaknya menyambut baik dihapusnya Korwil dan diganti tim pengawas SD.

Dengan begitu, tugas pengawasan menjadi lebih paripurna karena lebih fokus mengawasi sekolah binaan di zona yang sudah ditetapkan.

“Ini merupakan terobosan yang menurut saya baik karena memperkuat sistem pengawasan di sekolah binaan. Sehingga kita benar lebih fokus karena waktu di Korwil kita juga dibebankan pada tugas pengawasan, sehingga kadang tidak maksimal. Sekarang lebih profesional dan efektif,” tandasnya. (HS-08)

Bernilai Ekonomi, Berbagai Jenis Bonsai Dipamerkan di Halaman Gor Mustika Blora

Gelar Tradisi Pembaretan, Satsamapta Polres Brebes Asah Kemampuan Bintara Remaja