Assera: Kebijakan PPKM, Omzet Bisnis Spa Turun Drastis

Ketua Asosiasi SPA Sehat Semarang (Assera), Maria Magdalena Susanti.

 

HALO BISNIS – Kebijakan pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat Jawa Bali pada 11-25 Januari 2021, yang juga diikuti oleh Pemkot Semarang, berdampak pada sektor ekonomi.

Karena tak hanya dirasakan oleh industri hiburan, tapi juga dikeluhkan para pemilik usaha perawatan tubuh dan Spa di Kota Semarang.

Ketua Asosiasi SPA Sehat Semarang (Assera), Maria Magdalena Susanti mengatakan, dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Semarang pada 11-25 Januari 2021, cukup dirasakan oleh pemilik Spa. Bahkan imbas dari aturan ini, membuat penurunan jumlah pelanggan atau customer yang datang.

“Penurunan ini karena mobilitas masyarakat yang dibatasi, sehingga kemungkinan orang untuk keluar atau beraktivitas menjadi berkurang. Lalu PPKM, dimulai sejak hari Senin (11/1/2021) kemarin membuat turun drastis. Kondisi ini seperti pada awal Pandemi,” katanya, Rabu, (13/1/2021).

Saat ini, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan ketat saat melakukan treatment, baik dari waitress hingga terapis dengan memakai sarung tangan dan APD. Hal ini untuk memberikan rasa aman bagi pelanggan yang treatment.

“Tapi karena orang takut keluar rumah, sehingga saat ini lebih banyak menunggu, untuk jemput bola juga belum memungkinkan. Pelanggan yang datang tinggal 20 persen. Memang dibandingkan dengan saat awal pandemi sampai 10 persen, turun drastis. Moment Natal dan Tahun Baru, sempat naik dibandingkan awal pandemi, tapi belum normal,” ungkapnya.

Maria menjelaskan, di Susan Spa misalnya, juga menerapkan work from home (WFH ) mencapai 75 persen. Yaitu dengan menerapkan sistem shift, karyawan digilir jadwal masuk kerja.

“Biasanya waitress 5 orang menjadi 3 orang tiap harinya. Yang dua orang libur. Termasuk terapis yang biasanya ada 10 orang tiap harinya dikurangi menjadi 5 -6 orang per harinya. Untuk pembatasan jam malam, operasional hingga pukul 21.00 tidak berefek, karena memang pagi sampai pukul 19.00 WIB efektif pelanggan yang datang,” katanya.

Selama dua minggu ini, Maria menambahkan, waktunya dimanfaatkan untuk memberikan training agar skill terapis bertambah, khususnya pemahaman akan pentingnya memberikan pelayanan kepada customer.

“Selain itu menjaga mentalitas para pekerja agar tidak drop,” terang Maria yang juga sebagai General Meneger House of Susan Spa ini.

Harapannya, pembatasan kegiatan masyarakat ini tidak berlanjut. Karena semua bisnis mengeluhkan hal yang sama, yaitu penurunan omzet yang drastis.

“Semoga pemerintah segera bisa mengatasi pandemi secepatnya, dan bisa new normal,” ungkapnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.