ASN Punya Hak Pilih, tetapi Tetap Harus Netral

Webinar Netralitas ASN yang mengusung tema Membangun Meritokrasi dan Demokrasi Indonesia yang diselenggarakan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),  (Foto : pekalongankota.go.id)

 

 

HALO PEKALONGAN : Para aparatur sipil negara (ASN) di Kota Pekalongan harus tetap menjaga netralitasi, pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Desember mendatang.

Persoalan netralitas tersebut, mengemuka dalam Webinar Netralitas ASN bertema Membangun Meritokrasi dan Demokrasi Indonesia,  yang diselenggarakan oleh Komisi ASN. Webinar diikuti seluruh ASN Pemkot Pekalongan.
Saat ditemui di Setda setempat, Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih SE MSi mengungkapkan bahwa ASN di Kota Pekalongan harus netral menjelang pilwalkot ini.

“Jangan sampai ASN terkena sanksi karena melanggar aturan yang telah ditetapkan,” tegas Ning.
Disampaikan Ning, netralitas di sini berarti ASN tidak berpihak atau mendukung salah satu pihak dalam pilwalkot.

“ASN adalah pelayan masyarakat sehingga harus netral dan tidak boleh menunjukan keberpihakannya,” kata Ning.
Menurut Ning sikap netralitas ASN tidak membuat ASN kehilangan hak pilihnya dalam pilwalkot. Netral bukan berarti tidak boleh memilih, ASN tetap memiliki hak pilih dalam Pilwalkot 2020.

Namun demikian pilihannya itu harus tetap menjadi rahasia pribadinya, tidak untuk ditunjukkan kepada orang lain.

“Saya berharap semua ASN di Kota Pekalongan tidak terang-terangan mendukung salah satu bakal calon wali kota dan wakil wali kota dalam kampanye,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.