in

ASN Klaten Penasaran Ingin Cicipi Beras Rojolele

Foto : Klatenkab.go.id

 

HALO KLATEN – Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mengaku penasaran ingin mencicipi beras rojolele, yang konon sebagai makanan raja dan pejabat keraton pada masa lalu.

Rasa penasaran ASN ini muncul, setelah Bupati Klaten menginstruksikan ASN untuk memasyarakatkan beras rojolele Srinar dan Srinuk.

Rasa penasaran antara lain diungkapkan Faradilla (35), ASN yang bekerja di Dinas Kominfo Klaten. Dia mengatakan ingin mencoba cita rasa beras rojolele, karena belum pernah makan beras khas orang Klaten itu.

“Saya menyambut baik kebijakan Pemkab Klaten. Saya juga penasaran untuk bisa menikmati beras rojolele, yang katanya pulen, wangi dan enak itu. Kalau harganya Rp 13.000,00 saya kira masih terjangkau,” kata dia, seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Hal senada juga disampaikan Kirdi (32), ASN Kecamatan Wonosari, Klaten. Pria yang aktif sebagai admin medsos kecamatan itu, juga menyambut baik kebijakan pemerintah.

“Saya mendukung kebijakan pemerintah untuk membeli beras rojolele. Apalagi kebijakan itu untuk melestarikan ciri khas rupa bumi Klaten, khususnya beras rojolele Delanggu,” kata dia.

Dengan masyarakat beramai-ramai membeli beras asal Delanggu tersebut, para petani akan lebih bersemangat, roda perekonomian akan berputar makin kencang, dan rakyat kecil dapat bertahan dan berjalan.

“Hal ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dari petani tersebut. Karena dari hasil pertanian tersebut merupakan mata rantai yang saling terkait mulai dari para buruh tanam, buruh tandur, buruh matun, buruh pemangkas padi, sampai dengan pemilik sawah,” katanya.

Pendapat lain disampaiakan Destiana (33). PNS Dinas Perhubungan Klaten itu ingin jumlah pembelian beras rojolele itu disesuaikan kebutuhan.

“Ya tidak apa-apa untuk beli beras rojolele, karena semua butuh makan. Tapi jangan harus 10 kilogram belinya. Kalau 1 kilogram ya tidak masalah, karena hanya Rp 13.000,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Perusda Klaten Sukardi, Rabu (4/08) lalu pihaknya sedang mempersiapkan pengiriman beras rojolele untuk ASN, mulai dari adminsitrasi hingga pengirimannya. Adapun untuk stok, saat ini sudah siap.

“Menindak-lanjuti Instruksi Bupati Klaten, saat ini ada 25 ton beras rojolele Srinar dan Srinuk sudah kami persiapkan. Nanti harga per kg beras rojolele adalah Rp 13.000,00. Beras rojolele ini dihimpun dari para petani Klaten. Sesuai instruksi Bupati Klaten Sri Mulyani, kebijakan pembelian beras rojolele oleh ASN Klaten ini untuk memasyarakatkan kembali produksi beras di Klaten dan meningkatkan nilai tukar petani. Diharapkan melalui program ini, kesejahteraan petani Klaten bisa meningkat” kata Sukardi. (HS-08)

Share This

Laporkan Masalah Danau Toba, Aktivis Lingkungan Temui Presiden Jokowi di Istana

Di Tangan Susi, Limbah Minyak Jelantah Jadi Berfaedah