ASN Kendal Ikuti Tes Penilaian Potensi dan Kompetensi

Para ASN Pemkab Kendal yang mengikuti Penilaian Potensi dan Kompetensi Pegawai Negeri Sipil berbasis Computer Assited Tes (CAT) di Pendopo Kantor Bupati Kendal, Senin (2/11/2020).

 

HALO KENDAL – Sebanyak 1.882 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Kendal mengikuti Penilaian Potensi dan Kompetensi Pegawai Negeri Sipil berbasis Computer Assited Tes (CAT) di Pendopo Kantor Bupati Kendal, Senin (2/11/2020).

Tes Penilaian Potensi dan Kompentensi tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Tengah.

Sekda Kendal, Moh Toha mengatakan, Tes CAT bagi ASN, merupakan pilot project dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk menerapkan sistem merit ASN di Instansi Pemerintah.

“Ini merupakan amanat Undang-undang No 5 tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN,” terangnya.

Dijelaskan, terdapat empat tujuan dari tes yang dilakukan bagi ASN, salah satunya adalah sebagai tolak ukur persiapan kebutuhan diklat ASN.

“Tujuan dari tes ini tentunya sebagai penyusunan database kompetensi ASN untuk manajemen talenta, dan mengukur tingkat kesenjangan kompetensi ASN. Di samping itu, sebagai pengukur bahan pertimbangan pengembangan karier dan sebagai tolak ukur persiapan kebutuhan diklat ASN,” ungkap Moh Toha.

Sementara Plt BKPP Kabupaten Kendal, Wahyu Hidayat mengatakan, pelaksanaan tes yang dilakukan merupakan tahapan untuk pemetaan potensi ASN dan akan berlangsung selama 14 hari kerja, yang diikuti oleh 1.882 ASN Kendal.

“Pelaksanaan tes ini dilakukan selama 14 hari kerja yang dimulai per hari ini. Untuk peserta, diikuti 1882 ASN. Terdiri dari pejabat administrator 150 orang, pejabat pengawas 552, pejabat fungsional 811, dan pejabat pelaksana 369,” terangnya.

Terkait penilaian potensi dan kompetensi bagi ASN berbasis CAT, menurut Wahyu Hidayat terdapat 7 aspek.

“Di antaranya mengukur kemampuan berpikir, mengukur kemampuan interpersonal, mengukur daya juang menghadapi hambatan, mengukur sikap kerja, mengukur potensi integritas serta mengukur tingkat kepemimpinan,” paparnya.

Adapun pelaksanaan Tes CAT, sebelumnya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat dan pelaksanaan tes hanya dikuti oleh 50 peserta dalam satu ruangan dengan ketentuan 1 hari 2-3 sesi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.