in

ASN di Wonosobo Diminta Bayar Zakat Lewat Baznas

Bupati Wonosobo H Afif Nurhidayat Sag mengikuti secara virtual peluncuran Gerakan Cinta Zakat tingkat Jawa Tengah, oleh Gubernur Ganjar Pranowo. (Foto : Wonosobokab.go.id)

 

HALO WONOSOBO – Bupati Wonosobo H Afif Nurhidayat SAg meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) muslim di Pemkab Wonosobo, beserta pegawai BUMD, untuk membayarkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Wonosobo.

Adapun zakat yang dibayarkan, adalah 2,5 persen dari gaji dan tambahan penghasilan lainnya.

Hal itu disampaikan Bupati Wonosobo H Afif Nurhidayat SAg, ketika secara virtual mengikuti peluncuran Gerakan Cinta Zakat tingkat Jawa Tengah, oleh Gubernur Ganjar Pranowo, Kamis (6/5).

Lebih lanjut Afif mengatakan Baznas Wonosobo juga akan melaporkan secara rinci, penggunaan dan penyaluran zakat tersebut.

Dia menambahkan, berdasarkan laporan Baznas, baru 30 % karyawan dan karyawati muslim di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan BUMD, yang menyalurkan zakat penghasilannya melalui Baznas Wonosobo.

Bupati juga menyampaikan, terima kasih atas partisipasi karyawan dan karyawati muslim, di lingkungan pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang telah menyalurkan zakat penghasilan melalui Baznas Kabupaten Wonosobo.

Sementara itu, dalam peluncuran Gerakan Cinta Zakat tingkat Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo menyebut gerakan ini sangat strategis dan lebih bermakna di masa pandemi seperti saat ini.

Selain sebagai solusi, juga bermanfaat luar biasa. Bahkan bisa menjadi sarana berbagi kebahagian dengan sesama.

“Ini adalah kekuatan yang dahsyat dari masyarakat, dari kaum muslim di Jawa Tengah, dan spirit gotong royong ini menurut saya menjadi momentum paling bagus saat ini,” kata Ganjar, seperti dirilis Wonosobokab.go.id.

Selain itu menurutnya, gerakan ini mampu menyelesaiakan dengan cara yang halal, cepat dan secara admistrasi lebih cepat dari pada sistem administrsi negara, namun harus dilaksanakan dengan baik tepat dan transparan.sertaakuntabel.

“Ini bisa menyelesaikan cara-cara yang lebih cepat dan halal, secara administrasi bisa jauh lebih cepat dibandingkan penggunakan sistem administrasi keuangan negara, meskipun tentu saja, saya titip pengelolaanya harus transparan dan akuntabel jangan asal asalan, kita harus belajar profesional,” tegasnya.

Ganjar berpesan kepada seluruh kabupaten dan kota di Jateng, agar mampu mengajak masyarakat melaksanakan gerakan ini. (HS-08)

Share This

Zakat ASN Pemkot Surakarta Terkumpul Lebih Dari Rp 98 Juta

Sambut Lebaran 1442 H, Iwasbi Berbagi Paket Sembako