in

Aset Fasum Perumahan Tak Diserahkan, Perbaikan Ditanggung Warga

Fotro ilustrasi: Perumahan Dinar Indah, Meteseh, Kecamatan Tembalang.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengimbau kepada pengembang perumahan di Kota Semarang untuk menyerahkan asetnya berupa fasilitas umum (Fasum) seperti jalan, taman maupun lahan pemakaman. Tujuannya agar Pemkot Semarang melalui dinas terkait bisa melakukan pembangunan jika, fasilitas umum ini mengalami kerusakan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat edaran kepada pengembang perumahan, baik yang masih aktif maupun sudah tidak ada untuk bisa menyerahkan aset fasilitas umum yang kepada Pemkot Semarang.

“Kalau sudah tidak ada pengembangnya kan kasihan, warga tidak bisa mengajukan perbaikan ataupun pembangunan ke Musrenbang. Kalau ada kerusakan dan perbaikan pun Pemkot Semarang tidak bisa melakukan pembangunan, kan kasihan warga,” katanya, Senin (30/8/2021).

Menurut Ali, banyak kasus dan laporan yang masuk kepada Pemkot Semarang terkait fasilitas umum di perumahan yang rusak namun tidak dibenahi. Terkadang perbaikan dilakukan swadaya oleh masyarakat, yang tentunya memberatkan.

“Ada yang perbaikannya dilakukan warga secara swadaya, ini kan kasihan. Saya sudah minta ke lurah dan camat agar warga yang pengembangnya lari bisa ikut dimasukkan ke Musrenbang. Selama ini ditolak, padahal mereka juga warga Semarang dan membayar pajak kok nggak bisa menikmati,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset Daerah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Sutanto menjelaskan, jika setiap pengembang wajib menyerahkan fasilitas umum seperti jalan dan lainnya ke Pemkot Semarang melalui Disperkim.

“Nanti dari Disperkim melapor ke kita untuk dicatat sebagai aset, misal 20 persen dari luas lahan perumahan untuk TPU ini wajib dilakukan pengembang. Termasuk untuk jalan dan fasilitas umum lainnya,” jelasnya.

Jika tidak diserahkan, kata dia, biasanya perbaikan atau pembangunan dibebankan ke warga secara swadaya tentunya akan memberatkan jika pembangunannya berskala besar dan membutuhkan dana yang besar.(HS)

Share This

Polres Kendal Kasus Penganiayaan di Desa Purwosari Sukorejo Yang Sempat Viral

PTM Hari Pertama, Siswa: Senang Ketemu Teman, Sedih Nggak Bisa Belajar Sambil Rebahan