ASABRI Berikan Santunan Kepada Ahli Waris Prajurit TNI Yonif 400 Raider/ BR Kodam IV Diponegoro

Penyerahan Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) dan Nilai Tunai Tabungan Asuransi (NTTA) oleh PT ASABRI kepada ahli waris prajurit TNI Yonif 400 Raider/BR Kodam IV Diponegoro di di Aula Yonif 400 Rider/ BR Kodam IV Diponegoro, Jalan Setia Budi Srondol, Jumat (12/3/2021).

 

HALO SEMARANG – PT ASABRI (Persero) memberikan Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) karena gugur dan tewas kepada Ahli waris prajurit TNI Yonif 400 Raider/BR Kodam IV Diponegoro. Tujuh ahli waris telah menerima santunan dan Nilai Tunai Tabungan Asuransi (NTTA).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Yonif 400 Raider/ BR Kodam IV Diponegoro, Jalan Setia Budi Srondol, Jumat (12/3/2021).

Terdapat sepuluh ahli waris telah menerima santunan dari PT ASABRI (Persero). Sembilan di antaranya adalah prajurit yang gugur dan tewas saat tugas menjadi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile RI-PNG untuk membantu membangun dan menjaga keamanan di wilayah Papua.

Salah satunya adalah ahli waris dari prajurit yang gugur saat bertugas menjadi Satuan Tugas (Satgas) Tinombala tahun 2016.

“Sebelumnya, tiga ahli waris sudah menerima santunan. Dua di Bandung, Jawa Barat, satu di Nusa Tenggara Barat,” ujar Kepala Cabang PT ASABRI (Persero) Semarang, Sartono, Jumat (12/3/2021).

Lebih lanjut, Sunarto mengatakan, dari bulan Januari hingga Maret ini sudah diserahkan semua kepada ahli waris. Pada kesempatan ini merupakan tujuh dari sepuluh ahli waris yang menerima.

Masing-masing ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp 450 juta untuk prajurit yang gugur, sedangkan yang tewas mendapatkan santunan senilai Rp 350 juta.

“Terakhir hari ini diselenggarakan di Yonif 400 Raider/ BR Kodam IV Diponegoro, sisa dari sepuluh tadi baru bisa diselesaikan,” katanya.

Sementara itu, Komandan Yonif Raider 400/BR, Mayor Inf Andreas Yudhi Wibowo mengatakan, pemberian hak kepada ahli waris sudah diberikan semua.

Menurutnya, pemberian santunan kepada ahli waris prajurit adalah suatu kewajiban bagi PT ASABRI (Persero), pihaknya akan membantu untuk mengurus hak dari ahli waris.

“Semua hak telah diberikan, dan difasilitasi dari ASABRI. Jika perlu kecepatan, apa yang menjadi hak prajurit kita urus, difasilitasi dan bisa segera diterima,” kata Mayor Inf Yudhi.

Perwira menengah itu menyatakan, pihaknya terus menjaga komunikasi kepada keluarga prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas.

“Dari pihak keluarga almarhum meminta untuk menjaga komunikasi, kami akan terus berkomunikasi,” tuturnya.

Yudhi menambahkan, terdapat 95 prajurit yang masih berada di Papua, untuk beberapa hari kedepan selanjutnya akan kembali ke kesatuan. Sementara itu, saat ini terdapat 30 prajurit dalam perjalanan kembali ke kesatuan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Lampung.

“Masih ada di Papua 95 prajurit, besok rencananya 94 prajurit akan kembali, satu prajurit masih akan melanjutkan tugas. 30 prajurit melakukan lintas laut menggunakan KRI Teluk Lampung,” tambah Yudhi.

Menjawab tugas berikutnya, Yudhi menyampaikan, masih menunggu perintah dari atasan. Untuk prajurit yang kembali akan menyesuaikan kegiatan rutin kesatuan.

“Untuk pelaksanaan tugas berikutnya, kami belum monitor. Yang jelas setelah kembali kita akan menyesuaikan kegiatan di home base, baik latihan ataupun kegiatan rutin yang menjadi program kerja di tahun anggaran tahun 2021,” tandas Yudhi.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.