in

Apresiasi TNI Polri Dalam Pengamanan KTT G20, Masyarakat Kirimkan Puluhan Karangan Bunga ke Polda Bali

Karangan bunga ucapan selamat, berjajar di halaman Polda Bali, Minggu (20/11/22). (Foto : Tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Keberhasilan aparat gabungan TNI, Polri, dan berbagai unsur lainnya dalam mengamankan Presidensi KTT G20, 15-16 November di Nusa Dua, Bali, ditanggapi masyarakat dengan mengirimkan puluhan karangan bunga ucapan selamat ke halaman Polda Bali.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Satake Bayu mengaku tak menyangka masyarakat bakal memberikan apresiasi sebesar itu.

“Kelompok atau individu yang datang membawa karangan bunga itu tidak pernah bertemu dengan polisi atau petugas jaga. Apalagi meminta tanda terima. Dari pantauan anggota, karangan bunga itu sudah memenuhi halaman luar Polda Bali langsung di pinggir jalan,” kata Kabid Humas, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id.

Menurut Kabid Humas, kedatangan karangan bunga tersebut karena masyarakat bersyukur atas kelancaran pelaksanaan Presidensi G-20, yang memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat di Pulau Bali.

“Kami berharap dengan suksesnya KTT G-20 dapat memberikan manfaat bagi perekonomian untuk masyarakat Bali,” kata Kabid Humas.

Sebelumnya, apresiasi kepada Polri juga datang dari berbagai pihak, salah satunya Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Kapolri Jenderal Polisi,  Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, Macron mengapresiasi pengamanan yang dilakukan Polri selama mengamankan seluruh event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

“Saya juga mendengar bahwa ada apresiasi dari tamu-tamu negara, termasuk juga dari Presiden Prancis Pak Macron karena kondisi keamanan yang menurut beliau baik,” jelas Kapolri.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI), Komjen Pol Boy Rafli Amar.

“Selamat kepada Kepolisian dan TNI, telah sukses menjaga kemanan penyelenggaraan KTT G20 baik dari awal hingga ditutup Bapak Presiden,” kata Boy, seperti dirilis bnpt.go.id.

Tidak berhenti sampai KTT G20, Boy mengatakan kolaborasi pencegahan radikalisme dan terorisme antara BNPT RI, TNI, Polri, dan kementerian atau lembaga terkait, akan terus diperkuat.

Ini perlu menjadi perhatian serius karena ideologi transnasional masih terus berupaya menyasar generasi muda Indonesia yang mana tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

“Kita bersama-sama harus terus menjaga dan mencegah berkembangnya ideologi yang tidak sesuai dan bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia,” lanjut Boy Rafli.

Jauh sebelum gelaran internasional ini diselenggarkan, BNPT RI telah menyatakan komitmennya dalam mendukung Presidensi G20 Indonesia 2022.

BNPT RI akan memaksimalkan program pencegahan terorisme hingga berakhirnya KTT G20 pada akhir tahun.

“Kami akan meningkatkan aktivitas terkait Indonesia menjadi tuan rumah G20, kami akan memaksimalkan program kami dari pra, pruncak, sampai akhir tahun setelah pelaksanaan G20 di Bali dan beberapa kota di Indonesia,” ucap kata dia.

Salah satu program pencegahan terorisme yang dilakukan BNPT RI dengan meningkatkan frekuensi koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, serta menguatkan peran masyarakat dalam mencegah aksi terorisme.

“BNPT akan mengkoordinasikan aparat keamanan termasuk pemerintah daerah, kami tentu meningkatkan frekuensi koordinasi serta penguatan dukungan masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi juga menyebut kesiagaan Polri dalam pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali patut diapresiasi, terlebih atensi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk memastikan keamanan kegiatan.

“Apalagi Kapolri memastikan langsung kesiapan pasukan di lapangan. Bahkan beliau terlihat makan bareng nasi kotak bersama personel yang sedang bertugas di lapangan,” kata pria, yang akrab disapa Habib Aboe Bakar itu, seperti dirilis padang.sumbar.polri.go.id.

Habib Aboe Bakar menilai aksi Kapolri turun langsung ke lapangan untuk mengecek pengamanan sudah tepat. Menurutnya, langkah Kapolri yang sangat detail itu diperlukan guna memastikan keamanan kegiatan terjaga dengan baik.

“Dengan turun langsung ke lapangan, beliau bisa yakin bahwa implementasi pengamanan telah sesuai dengan perencanaan. Dengan demikian, gangguan keamanan yang tidak dikehendaki akan dapat dihindari,” tuturnya.

Terlebih, ujarnya lagi, perhelatan KTT G20 merupakan forum internasional yang mempertaruhkan nama bangsa. Oleh karena itu, ia menilai kinerja Polri dalam pengamanan KTT G20 akan menjadi kunci nama baik Indonesia, mengingat ada 17 kepala negara berpengaruh di dunia hadir di forum tersebut.

“Maka dari itu, langkah dan kesiapsiagaan Polri menjadi kunci dalam menjaga nama baik Indonesia di mata dunia, utamanya dalam hal pengamanan,” katanya. (HS-08)

Korlantas Polri Dukung Konversi Motor Listrik

Gempa Bumi Guncang Jabar hingga Jakarta, BNPB Sebut Dua Warga Meninggal