in

Aplikasi Santunan Kematian Rp 1 Juta “E-Sakti” Diluncurkan

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto didampingi Ketua DPR D Kendal Mohammad Makmun dan Kepala Dinas Sosial Toni Ari Wibowo melaunching aplilasi E-Sakti di Gedung Ngesti Widhi Pemkab Kendal, Selasa (26/10/2021).

 

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melaunching aplikasi E- Sakti (Santunan Kematian), sesuai program dari Bupati Kendal dan Wakil Bupati Kendal terkait pemberian bantuan santunan kematian sebesar Rp 1 juta, di ruang Ngesti Widhi, Selasa (26/10/2021).

Santunan Kematian dapat diberikan, dengan hanya mengumpulkan persyaratan berkas kematian berupa Kartu Keluarga (KK), KTP, dan Surat Keterangan Kematian.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menjelaskan, proses pengajuan dapat dilakukan melalui petugas perangkat desa masing-masing melalui aplikasi E-Sakti.

“Setelah semua data persyaratan dimasukkan oleh perangkat desa pada aplikasi, nantinya akan dilakukan verifikasi data oleh pihak Dinas Sosial Kendal untuk proses pencairan. Keluarga dapat mengurus santunan dalam wakut 40 hari,” jelasnya.

Sementara sebagai pengiriman pencairan dana, pihak Dinas Sosial bekerja sama dengan Kantor Pos sebagai jasa pengiriman dana santunan.

Bupati Kendal berharap, dengan aplikasi E-Sakti dapat memberikan manfaat bagi keluarga.

“Semoga dengan adanya aplikasi yang sudah kita resmikan ini, dapat membantu keluarga, dan saya minta juga untuk perangkat desa bisa membantu warganya dengan cepat melakukan kepengurusan dan pengiriman bisa segera dilakukan,” ujar Dico.

Adapun warga Kabupaten Kendal yang mendapatkan bantuan Santunan Kematian adalah warga yang tercatat di Dinas Sosial Kendal dengan status warga kurang mampu.

“Sementara warga yang mendapatkan bantuan seluruhnya tercatat pada Data Terpadu Kesejahteraan  Sosial (DTKS),” imbuh Dico.

Terkait data warga yang mendapatkan bantuan Santunan Kematian, data per Agustus 2021 terdaftar sebanyak 531.662 warga.

Sementara itu, usai meluncurkan program E-Sakti, Bupati kemudian menggelar rapat koordinasi pengamanan wilayah dalam rangka antisipasi bencana alam di Pendopo Tumenggung Bahurekso.

“Kita harus antisipasi pada wilayah-wilayah yang menjadi kawasan rawan bencana, seperti wilayah atas dan daerah pesisir. Mengingat saat ini sudah mendekati musim hujan,” kata Bupati.

Di sisi lain, Dico menyampaikan, status PPKM Level 2, berdasarkan hasil dari penurunan kasus Covid-19 serta memaksimalkan percepatan vaksinasi pada lima sentra vaksin yang tersebar.

Bupati menyebut, dari data Dinas Kesehatan Kendal, hingga saat ini angka tertular Covid-19 sebanyak 11 orang di Kabupaten Kendal.

“Target kita saat ini untuk memenuhi vaksin pada usia produktif 70% dan lansia 60%. Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran yang telah terlibat. Sehingga status kita sudah turun hingga level 2. Bahkan kasus juga sudah mulai menurun,” pungkas Bupati.(HS)

Share This

Pemkab Pati Pulangkan 14 Pemandu Karaoke ke Daerah Asal

Lapas Semarang Kembali Gagalkan Penyeludupan Sabu-sabu Dengan Modus Melempar Menggunakan Bola Tenis