APAR Foam TOKEN, Alat Pemadam Api Ringan Buatan Warga Kendal

Levi (kiri) sang penemu bersama Marcelli dan karyawannya usai melaksanakan simulasi, Sabtu (11/7/2020).

 

HALO KENDAL – Kebakaran dapat terjadi di mana saja dan kapan saja selama ada pemicunnya. Jika kita memiliki aset yang terindikasi bahan yang mudah terbakar, maka kita harus menyiapkan fire safety equipment, yang dapat memproteksi aset kita dan mengetahui bagaimana cara menggunakan alat pemadam api. Salah satunya adalah Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Di Kendal, ternyata ada sebuah pabrik yang memproduksi APAR Foam TOKEN, sebuah alat pemadam api ringan buatan anak bangsa. Perusahaan itu adalah PT Mega Kerja Adikarya Kendal. Mereka memproduksi APAR Foam TOKEN, yang diyakini memiliki kemampuan mengikat api lebih cepat.

Sabtu (11/7/2020), alat ini dicoba dalam simulasi kebakaran di sebuah SPBU di Jalan Tentara Pelajar Desa Tunggulrejo, Kota Kendal.

Marcelli Lianawaty, pengelola SPBU 44.513.10 yang berada di Jalan Tentara Pelajar Desa Tunggulrejo, Kota Kendal mengatakan, tujuan dari simulasi adalah untuk mengenalkan Apar Foam TOKEN.

Menurutnya, simulasi melibatkan karyawan dan masyarakat yang membeli bahan bakar di SPBU tersebut, Sabtu (11/7/2020).

“Simulasi ini penting untuk memberikan bekal pengetahuan kepada karyawan SPBU jika terjadi musibah kebakaran. Tentu kita tidak berharap, tapi yang namanya musibah bisa saja terjadi kapan saja, sehingga kita harus siap antisipasi agar tidak timbul korban jiwa dan meluasnya kebakaran, apalagi kalau SPBU lokasinya dekat dengan perumahan warga,” ungkap Marcelli.

Dijelaskan, setiap pompa pengisian BBM di atasnya juga diberi Intelligent Fire Extinquisher (IFE) berisi cairan TOKEN, yang berfungsi untuk melokalisir api sehingga tidak meluas jika terjadi kebakaran, hingga kemudian dapat dilanjutkan pemadaman dengan menggunakan APAR.

Inovasi penemuan IFE ini juga pernah dianugerahi Platinum Award 2017 dari PT Pertamina.

“APAR Foam TOKEN isi cairan mikro karbon, yang telah tersertifikasi sanggup mengikat api dengan sangat cepat, sehingga api tidak meluas dan memadamkan api seketika. Ini cocok untuk penempatan di area rumah tangga, perkantoran, gudang, toko, cafe, dan niaga, SPBU, SPBE dan lainnya,” imbuh Marcelli yang juga sebagai pengurus Kadin Kendal.

Sementara itu, sang penemu IFE yang saat ini dikembangkan dalam bentuk APAR, Levi Kurniawan mengatakan, APAR Foam ini merupakan inovasi karya anak bangsa, pabriknya berada di Kendal. Dengan bahan baku cairan mikro karbon sangat efektif memadamkan api dengan cara melokalisir api agar tidak meluas.

“APAR Foam TOKEN telah tersertifikasi dan menjadi vendor list Pertamina, dengan cairan yang sanggup mengikat api dengan sangat cepat. Sehingga api tidak meluas dan memadamkan api seketika,” terang Levi yang juga selaku direktur PT Mega Kerja Adikarya Kendal.

Dirinci olehnya, spesifikasi APAR Foam TOKEN di antaranya, berdiameter 15 centimeter, tinggi 15 centimeter, berat 1.3 kilogram dan dikemas bahan stainless steel SUS304.

Dengan jangkauan area 5 meter, dan toleransi penyimpanan pada suhu minus 40 derajat hingga 60 derajat.

Ditambahkan Levi, dalam simulasi kebakaran yang cukup besar, di kolam berukuran 4 meter persegi yang dipenuhi dengan BBM sebanyak 30 liter mampu dipadamkan dengan APAR berisi IFE 1 liter. Simulasi kebakaran juga dilakukan di sebuah bus ukuran besar.

“Untuk spesifikasi kebakaran bisa pada kertas, kayu, kain dan bahan mudah terbakar lainnya. Kemudian juga cairan seperti BBM, oli, cat, dan cairan mudah terbakar lainnya. Bisa juga peralatan listrik seperti kabel, stop kontak dan steker listrik, serta bahan logam yang mudah terbakar dan paduan logam yang mudah terbakar,” papar Levi.

Salah seorang karyawan yang ikut simulasi, Andriansyah mengaku baru pertama praktik memadamkan api. Dirinya merasa senang bisa ikut simulasi ini, karena kompetensi memadamkan api harus dimiliki oleh semua karyawan, terutama yang bekerja di SPBU.

“Dengan simulasi ini, kami jadi tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran di SPBU maupun di bus. Intinya langkah awal yaitu membuka pintu dan jendela bus untuk mengalirkan udara. Kita jangan sampai panik, tetap tenang tapi harus sigap dan kerja sama dalam memadamkan api,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.