in

Antisipasi Persoalan Penyaluran Bantuan, Pihak RT Diminta Jeli Melakukan Pendataan

Foto ilustrasi.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Sosial (Dinsos) kembali menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga yang terdampak Covid-19 untuk periode Mei.

Kepala Dinsos Kota Semarang, Muthohar mengatakan, Dinsos menyiapkan 160 ribu paket sembako untuk periode Mei. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding pada periode April yang hanya 90 paket sembako.

Selain menambah jumlah paket, Dinsos juga menambah anggaran per masing-masing paket. Pada periode April lalu, anggaran untuk satu paket sekitar Rp 75 ribu. Kali ini, anggaran untuk satu paket sembako naik menjadi Rp 100 ribu.

Muthohar menuturkan, pendataan sebelumnya dilakukan dari masing-masing RT. Selanjutnya dilaporkan ke pihak kelurahan untuk diteruskan ke Dinsos.

Dia mengimbau pihak RT dan kelurahan agar berhati-hati dalam melakukan pendataan. Data yang disetorkan kepada Dinsos harus valid nama dan alamat tinggal. Dinsos melakukan verifikasi dan validasi data tersebut sebelum bantuan didistribusikan.

“Saya harap hati-hati dalam memberikan data. Utamakan yang terdampak Covid-19. RT harus jeli jangan sampai sembarangan. Kami juga minta pihak kelurahan untuk turun ke wilayah mendampingi saat pendataan,” paparnya.

Diakui Muthohar, pada periode lalu, sistem distribusi sembako memang mengalami kesulitan. Pihaknya mendapatkan data dari kelurahan berupa penerima bantuan dari masing-masing RT. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi oleh Dinsos, data tidak keluar per RT namun menyeluruh satu kelurahan.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif mengapresiasi langkah Pemkot Semarang membentuk lumbung pangan di setiap kelurahan.

Namun upaya tersebut harus menyeluruh hingga tingkat Rukun Tetangga (RT).

“Lumbung ini bagus idenya, tapi saya berpendapat, jangan hanya di kelurahan. Tapi juga sampai tingkat RT,” ujar Afif, baru-baru ini.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengatakan, pejabat tingkat RT adalah pihak yang paling mengetahui data dan kondisi warganya.

“Tujuan lumbung tingkat RT ini untuk mengcover apabila ada warga yang tidak mendapatkan bantuan dari Pemkot Semarang. Misalnya, PKL, pegawai yang dirumahkan, atau warga yang tidak bisa beraktivitas akibat wabah corona. Jadi bisa meringankan beban warga terdampak,” katanya.

Tak hanya itu, Afif juga mengusulkan agar bantuan sosial dari berbagai pihak seperti dari pemerintah pusat, pemerintah Provinsi Jawa tengah, Pemkot Semarang dan pihak swasta untuk dikelola dan dijadikan satu kemudian dibagikan secara merata kepada warga terdampak Covid-19 dan warga miskin.

“Catatan kami, bansos itu harusnya dijadikan satu. Agar ada pemerataan. Saya berpendapat agar bantuan-bantuan itu dihimpun jadi satu, kemudian dipecah dan dibagi merata,” lanjutnya.

Menurutnya, pendataan dan koordinasi yang dilakukan perangkat desa terkesan masih lemah. “Makanya ada laporan, seperti yang terjadi di Tinjomoyo, itu ada penerima bantuan yang sudah meninggal justru masuk daftar penerima. Nah ini yang harus dilakukan penyisiran,” imbuhnya.(HS)

Share This

Jokowi Apresiasi Physical Distancing Pasar Rakyat Jateng

Dua Pengunjung Pasar Peterongan Suspect Corona Setelah Mengikuti Rapid Test