Antisipasi Penambahan Kasus Positif Covid-19, Pemkot Sasar Operasi Yustisi di Perusahaan Swasta

Pjs Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto saat diwawancarai awak media, baru-baru ini.

 

HALO SEMARANG – Penularan virus Covid-19 di Kota Semarang masih terus ada paska libur panjang dan cuti bersama beberapa waktu lalu.

Sehingga Pemkot Semarang berencana dalam waktu dekat akan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan di perkantoran permerintahan, perusahaan swasta, kantor kecamatan, dan kelurahan hingga di fasilitas kesehatan seperti puskesmas.

Pjs Wali Kota Semarang, Tavip Supriyanto mengatakan, kasus positif di Semarang terpantau terus melandai. Namun, kata Tavip, klaster keluarga dan perusahaan di Semarang masih terus mengalami penularan.

“Setelah libur panjang ini, klaster perkantoran dan perusahaan jumlahnya naik. Hal ini harus diperketat, termasuk yustisi di pemerintahan dan perusahaan swasta,” jelasnya, Selasa, (24/11/2020).

Dia menambahkan, meski tergolong masih tinggi, jumlah pasien sembuh setiap harinya yang dirawat di Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Semarang, ataupun Balai Diklat mencapai 30 sampai 40 orang per hari.

“Yang masuk ada, tapi yang sembuh juga banyak, sehari bisa mencapai 30 sampai 40 orang,” katanya.

Dari awal pandemi, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Kota Semarang mencapai 12.218 kasus, dengan angka penyembuhan 10.648 kasus.

Saat ini Pemerintah Kota Semarang, terus menekan angka penularan kasus dengan menggencarkan operasi yustisi dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan.

“Termasuk kita akan masuk ke perusahaan swasta dalam waktu dekat, kelurahan, kecamatan sampai puskesmas. Kerumunan di pedagang kaki lima (PKL) serta pusat keramaian, juga akan kami evaluasi,” jelasnya.

Disinggung klaster pengajian yang terjadi di Manyaran, Tavip menjelaskan jika klaster tersebut sudah selesai tracking maupun tracingnya. Dia memastikan tidak ada lagi penularan dari kasus tersebut.

“Klaster ini sudah tidak ada, kita akan perketat di klaster yang masih ada, keluarga, perkantoran dan perusahaan,” tuturnya.

Dari data Covid-19 Kota Semarang yang dihimpun dari web https://siagacorona.semarangkota.go.id, angka positif di Semarang pada 24 November 2020, pukul 11.30 WIB mencapai total 548 pasien.

Yang terdiri atas 355 kota Semarang dan 193 luar kota Semarang. Sementara jumlah pasien yang meninggal diangka total 1.111 pasien.

Yang terdiri atas 783 warga kota Semarang dan 328 luar kota Semarang. Adapun tingkat kesembuhan pasien Covid-19 total 12.252 orang.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.