in

Antisipasi Pembobolan ATM, Polda Jateng Minta Pengelola Berikan Pengamanan Mandiri

Konferensi pers ungkap kasus pembobolan mesin ATM di wilayah. Dalam pengungkapan itu, Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng berhasil menangkap enam pelaku. (Foto : Alvian)

HALO SEMARANG – Direktur Reserse Kriminalisasi Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro, meminta pihak perbankan dan para pengelola anjungan tunai mandiri (ATM), untuk melakukan pengamanan secara mandiri pada perangkat-perangkatnya tersebut.

Pengelola tak cukup dengan memasng CCTV, tetapi juga perlu menempatkan penjaga di setiap ATM.

“Kami mengimbau kepada swalayan-swalayan, kemudian ATM-ATM yang ada, itu juga dibantu pengamanan oleh masing-masing,” kata dia, Sabtu (2/9).
Aparat Polri juga akan melakukan pengamanan, dengan melakukan patroli dan kegiatan-kegiatan pengamanan lainnya.  “Sehingga kita dapat mengantisipasi adanya kejahatan ini,” tuturnya.
Lebih lanjut disampaikan, dalam sejumlah kasus pembobolan ATM yang diungkap oleh Polda Jateng di sejumlah wilayah, terungkap bahwa pelaku biasanya menyasar toko-toko swalayan dan ATM dengan pejagaan minim.

“Yang diincar tempat-tempat yang kiranya tidak ada pengamanan atau minimnya pengamanan atau lemahnya pengamanan. Mereka sudah mengatahui. Dari yang sudah kita ungkap, mereka (pelaku-red) sudah tahu mana minimarket yang tidak ada penjaganya, dengan ciri-ciri digembok dari luar. Berarti di dalamnya tidak ada yang jaga,” imbuhnya.
Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Jateng berhasil mengungkap kasus pembobolan mesin ATM di beberapa wilayah di Jawa Tengah. Dari berbagai kasus tersebut, kerugian yang dialami para korbannya mencapai Rp 947,150 juta.
Dari berbagai kasus tersebut, Polda Jateng berhasil menangkap enam pelaku, di mana mereka adalah komplotan Jawa Barat dan Grobogan.
Pelaku pertama berinisial M (39) warga Banten, yang berperan sebagai membobol tembok dan mengawasi situasi lapangan. Kemudian pelaku kedua berinisial AM (42) warga Depok, Jawa Barat, yang berperan sebagai pembobol tembok dan merusak mesin ATM.
“M dari hasil kejahatan mengaku mendapatkan hasil kejahatan Rp 13 juta, sementara AM mendapatkan Rp. 25 juta,” kata dia, dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Jumat (1/9/2021).
Polisi juga menangkap pelaku ketiga, berinisal MN (46), warga Grobogan yang berperan sebagai pengemudi mobil pengangkut alat-alat untuk beraksi. Kepada polisi, MN mengaku mengaku mendapatkan Rp 23 juta dari hasil perbuatannya.

Pelaku keempat berinisal MA (34) warga Banten berperan sebagai mengawasi lokasi kejadian dan mengaku mendapatkan upah Rp. 13 juta.
Selanjutnya, pelaku kelima dan keenam berinisial SY (36) dan AR, keduanya warga Grobogan yang juga berperan sebagai pengawas lokasi sekitar dengan mendapatkan upah masing-masing Rp 13 juta.
“Saat penangkapan, enam pelaku tersebut terpisah dari dua TKP. Sehingga kita memberangkatkan satu tim, saat itu hasil penyelidikan kita berada dan tangkap di Lebak, Banten ada emlat orang dan dua orang di Mranggen,” tambahnya.
Saat ini barang bukti, di antaranya uang dan alat sebagai sarana kejahatan, sudah disita untuk proses lebih lanjut. Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku dikenakan pasal 363 KUH Pidana Tentang pencurian pemberatan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (HS-08)

Share This

Satlantas Polrestabes Semarang Sarapan Bersama Kaum Duafa di Simpanglima Semarang

Cek Wisma Atlet, Ganjar Tegur Manager Hotel Soal AC Kamar Atlet Banten yang Mati